Pusaka Merana
H-1.045 Gurusiana
Pusaka Merana
Pagi menjelang masuk kantor, atau sore menjelang pulang, pegawai kementerian agama di seluruh Indonesia dibikin merana. Menunggu Pusaka (aplikasi presensi kemenag) melayai pengguna. Namun beberapa bulan ini, hari-hari pegawai dididik sabar menunggu. Menunggu aplikasi yang terus berputar tiada ujung hingga di akhir toleransi waktu. Akhirnya tidak ada rekam presensi pegawai. Bukan satu dua hari. Kini menjadi bulan-bulanan setiap masuk dan pulang.
Tentu hal ini sangat merugikan pegawai. Toleransi waktu masuk terbuang untuk menunggu absen. Begitu pun waktu pulang. Pegawai terpaksa melewati batas jam kerja sebenarnya. Beruntung jika masuk hitungan jam lembur. Tapi tidak ada cerita profesi pengawas dihitung lembur, karena memang tidak ada yang dikerjakan selain menunggu presensi terekam. Tidak heran jika saya sendiri tiba di rumah dengan lama perjalanan lima belas menit, bisa sampai menjelang Maghrib. Sudah sangat lelah. Entah sampai kapan kondisi ini begini terus.
Saya berharap hal ini mendapat perhatian serius dari yang punya kepentingan dan kebijakan. Agar kinerja pegawai bisa tetap maksimal.
Cilegon, 4 Juni 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
