Goreskan Luka (1.705)T.206
Goreskan Luka (1.705)T.206
Karya: Tin Faza
Syair rindu pernah didengarkan
Denting rindu sungguh merdu
Mengalun torehkan sajak terindah
Denyut rindu menjadi simphoni tersendiri.
//
Kini sumbang rindu
Memori rindu akhirnya padam
Tak ada nyala berapi
Mengais malam di ujung rembulan
Sunyi berkepanjangan.
//
Rindu itu torehkan luka
Luka perih setiap menguak memori
Hati letih tak berujung
Hanya deretan bait- bait tak bermakna.
//
Itulah dunia cinta
Menjadi cerita picisan
Roman terlukis
Ilusi membayang
Hanya menjadi siluet senja.
//
Kota Delta, 23 Juli 25.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan