Suherman, C.DAI., M.A., M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
4 Momen Penting Ayah untuk Berkomunikasi kepada Anak
"Ayah ada tapi Tiada" Ucapan itu yang selalu disampaikan oleh Anak-anak Milenial

4 Momen Penting Ayah untuk Berkomunikasi kepada Anak

"Lost Father and Lost Communication" atau bahasa anak milenial mengatakan "Ayah ada tapi Tiada". itulah kata yang selalu di ucapkan oleh sang anak ketika mereka menyampaikan curhatan nya kepada sang guru. Padahal banyak momen bagi sang Ayah untuk bisa berkomunikasi kepada Anaknya. minimal 4 (empat) momen penting dalam kehidupan seorang anak, untuk membangun kesatuan hati dan kedekatan jiwa kepada mereka.

Pertama, saat di dalam perjalanan. Coba perhatikan, saat Ayah berdua dengan Ananda, ia akan terlihat jauh lebih siap menerima pesan-pesan terbaik seorang Ayah. Demikian pula Rasulullah SAW saat berjalan bersama 'Abdullah ibn 'Abbas r.a., memberikan pesan beliau yang sangat berkesan: "Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. ....."

Kedua, saat makan bersama. Coba perhatikan, saat Ayah membiasakan disiplin makan bersama di meja makan, akan terjadi interaksi positif dengan anak. Demikian pula Rasulullah SAW saat membersamai 'Umar bin Abi Salamah r.a. yang waktu itu masih kecil, seraya menanamkan kebiasaan dan tata cara makan yang Islami.

Ketiga, saat anak sakit. Coba perhatikan, betapa butuhnya seorang Anak kepada Allah SWT dan orang-orang terdekat yang membersamainya saat-saat berat tersebut. Anak akan sangat terkesan dengan Ayahnya yang membersamainya. Demikian pula Rasulullah SAW saat menjenguk seorang Anak yang beragama Yahudi, di saat ia mengalami sakit keras.

Keempat, saat anak mencapai puncak prestasi. Coba perhatikan, betapa berbahagianya anak saat ia mencapai puncak usahanya, misalkan wisuda tahfizh Al-Qur'an 30 Juz, dihadiri oleh Ayahnya. Seakan ia ingin berterima kasih atas kehadiran seorang Ayah yang menghargai seluruh kelelahan dan perjuangannya selama ini.

Banyak lagi momen-momen indah yang dapat dimaksimalkan seorang Ayah. Pertanyaannya, siapkah kita sebagai seorang Ayah, untuk hadir pada saat-saat momen-momen khusus tersebut?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post