Relevansi QS. Al-Alaq 1-5 sebagai Falsafah Pendidikan Islam Modern
Islam melalui kitab sucinya, Alquran, banyak mengajarkan manusia bagaimana pendidikan seharusnya dilaksanakan. Salah-satunya firman Allah Swt. dalam Q.S. Al’alaq ayat 1-5 berikut:
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ٥
Artinya : “1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, 2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, 4) Yang mengajar (manusia) dengan pena. 5) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Ayat tersebut secara eksplisit dan implisit menggambarkan bagaimana pendidikan merupakan sebuah proses yang sistematis untuk membentuk manusia yang cakap dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Sebagai wahyu pertama yang Allah SWT. turunkan kepada Rasulullah SAW., Q.S. Al’alaq ayat 1-5 ini menyimpan rahasia besar yang sangat mendasar bagi umat manusia dan kehidupannya, yakni rahasia pendidikan khususnya. Allah SWT melalui firmannya hendak mengabarkan pada manusia bahwa pendidikan adalah modal dan bekal yang sangat fundamental dan penting bagi manusia. Nilai-nilai falsafah pendidikan Islam yang terkandung dalam Q.S. Al’alaq ayat 1-5 diantaranya :
Pertama, Pendidikan Islam Nondikotomik. Konsep nilai ini merupakan paradigma pendidikan Islam yang tidak berkonotasi hanya pada nilai-nilai agama (‘ulumuddin) atau juga tidak semata-mata berkonotasi pada nilai-nilai sains atau keduniaan (‘ulumuddunya). Artinya, keduanya harus terintegrasi secara dinamis dan harmonis dalam sistem pendidikan Islam yang komprehensif (kaffah). Dalam Q.S. Al’alaq ayat 1-5, pendidikan Islam nondikotomik tercermin pada redaksi iqra` dan ‘alaq. Kata iqra` dalam surah tersebut bertempat pada dua ayat, yakni ayat pertama dan ketiga yang berarti membaca. Membaca di sana bersifat universal, artinya proses membaca tidak terbatas hanya mengenai bacaan agama saja, tapi juga bacaan yang bersifat umum.
Redaksi tersebut menegaskan bahwa dalam proses intelektual seseorang pemahaman mengenai pengetahuan (knowledge) sangat penting, baik itu ilmu agama atau ilmu umum. Sementara kata ‘alaq yang bertempat pada ayat kedua surah tersebut secara bahasa berarti segumpal darah yang beku. Jika dipahami secara general, ayat tersebut menjelaskan mengenai proses biologis penciptaan manusia. Dengan demikian, ayat tersebut menegaskan bahwa pengetahuan yang harus ditelaah (iqra`) oleh manusia tidak hanya terbatas pada pengetahuan agama, akan tetapi pengetahuan umum juga memiliki urgensitas yang tinggi.
Kedua, Pendidikan Karakter. Dalam Q.S. Al’alaq tersebut, konsep pendidikan karakter tercermin dalam makna transendental yang terdapat pada ayat keduanya dalam redaksi “bi ismi rabbika”. Redaksi tersebut bermakna peringatan untuk senantiasa mengingat Allah ketika membaca (iqra`). Kalimat senada juga diungkapkan Prof. Dr. Quraish Shihab dalam bukunya, Membumikan Al-Quran. Menurutnya, redaksi tersebut merupakan syarat muqayyad dari membaca, sehingga tujuan perintah membaca pada akhirnya bermuara pada sikap religious-transendental kepada Allah SWT.
Sikap transendensi tersebut akan berimplikasi pada terwujudnya pribadi yang berakhlak mulia, baik secara vertikal (habl min Allah) maupun secara horizontal (habl min al-nas). Hal ini sesuai dengan prinsip humanis religius yang senantiasa mengutamakan pembentukan karakter seseorang menuju pribadi yang sempurna (insan kamil), sehingga pendidikan yang dilaksanakan tidak hanya bertujuan untuk transfer of knowledge saja, tapi juga transfer of values.
Ketiga, Pendidikan Sepanjang Hayat (long life education). Konsep ini merupakan salah satu prinsip penting dalam paradigma pendidikan Islam berbasis humanis religius, sehingga manusia mampu menunaikan seluruh tugas-tugas kemanusiaannya, baik sebagai ‘abdullah maupun khalifah fi al-ardh. Dengan demikian, kedua tugas dan tanggung jawab manusia tersebut memberi konsekuensi logis berupa keharusan manusia dalam mengembangkan sisi intelektualitasnya sepanjang hayat.
Dalam surah Al’alaq tersebut, prinsip pendidikan sepanjang hayat tercermin pada kandungannya mengenai keutamaan membaca, menulis, dan ilmu pengetahuan. Diksi al-qalam pada ayat keempat merupakan simbol transofrmasi nilai, ilmu pengetahuan, dan keterampilan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Hal ini menegaskan bahwa proses transmisi pengetahuan pada diri manusia tidak terbatas oleh waktu.
Selain itu, pengulangan pada kata iqra` (ayat 1 dan 3) dan ‘allama (ayat 4 dan 5) menunjukkan keutamaan menuntut ilmu bagi manusia. Bahkan secara eksplisit Allah Swt. mengatakan, “’allama al-insana ma lam ya’lam” yang berarti bahwa sampai kapanpun manusia membutuhkan pendidikan untuk mengetahui apa yang belum diketahuinya. Syahdan, manusia secara hakikat memiliki tanggung jawab belajar sepanjang hayat untuk mewujudkan kemanusiannya yang paripurna (kamil).
Keempat, Pendidikan Berbasis Riset. Dalam surah Al’alaq ayat 1-5 tersebut, pendidikan berbasis riset dan pembiasaan tergambar pada pengulangan perintah iqra`. Pengulangan tersebut bermakna penguatan yang berarti bahwa membaca adalah hal yang sangat penting. Hal ini menegaskan bahwa membaca itu tidak akan membekas dalam jiwa seseorang kecuali dengan pengulangan dan pembiasaan.
Perintah tersebut mengandung makna bahwa untuk menjadi manusia yang paripurna, pondasi utamanya adalah dengan spirit literasi. Karena, manusia yang literat pada akhirnya akan membentuk pribadinya menjadi manusia yang cakap keilmuannya dan luas wawasannya. Sementara pembiasaan sikap literat ini secara konsekuen akan memantik manusia menuju paradigma kritis, sehingga manusia akan memiliki semangat dalam riset pengembangan ilmu pengetahuan. Wallahu a’lam.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan