Suherman, C.DAI., M.A., M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pentingnya Kaderisasi
Orang yang awalnya membakar niscaya akhirnya bersinar

Pentingnya Kaderisasi

Kenapa kita tidak pernah mendengar Mazhab Awza’iyyah (nisbah kepada Imam al-Awza’iy), Tsauriyyah (nisbah kepada Imam Sufyan ats-Tsauri), Thabariyyah (nisbah kepada Imam ath-Thabari) dan sebagainya? Jawabannya :

لأن تلاميذهم لم يقوموا به

Intinya, kaderisasinya tidak seberhasil Imam Mazhab yang Empat.

Mungkin mereka memang tidak berharap pendapat-pendapat (mazhab) mereka dicatat secara rapi, terstruktur dan bisa dikaji secara mendalam oleh generasi berikutnya. Karena sesungguhnya banyak diantara mereka yang enggan ucapan-ucapan mereka diabadikan.

Tapi yang rugi adalah generasi setelah mereka yang tidak mendapatkan penukilan yang bisa dipercaya untuk berbagai pendapat yang pernah mereka sampaikan. Karena itulah mazhab yang dinisbahkan pada mereka tidak bisa dipercaya seratus persen. Berbeda dengan empat mazhab yang penukilannya tidak hanya dari satu-dua orang, melainkan satu madrasah yang lengkap dan komprehensif.

Ini juga terjadi pada sebagian ulama yang fokusnya hanya menulis kitab. Mereka tidak punya murid untuk melanjutkan warisan keilmuan yang mereka tinggalkan. Yang lebih memprihatinkan, ulama yang hanya ‘sibuk’ berceramah. Tidak punya murid, apalagi karya tulis. Murid yang dimaksud di sini tentu bukan jamaah yang hanya datang untuk mendengarkan ceramah atau khutbah Jumat. Bukan juga murid di sekolah yang bertemu hanya sekali seminggu selama dua sampai empat jam pelajaran saja. Murid yang dimaksud di sini adalah murid yang ber-mulazamah dengan guru. Murid yang dibimbing secara keilmuan dan kepribadian dari dasar dan berinteraksi dengan guru seperti anak dengan ayah, atau bahkan lebih.

Kita mengenal istilah mutakharrij (khirrij) yang sering diartikan dengan alumni ; alumni sebuah madrasah, pesantren atau perguruan tinggi. Sesungguhnya istilah mutakharrij itu lebih tepat dipakaikan pada seseorang yang ‘menamatkan kaji’ pada seorang alim. Misalnya:

تَخَرَّجَ أَبُو يُوْسُف عَلىَ أَبِي حَنِيْفَة

Imam Abu Yusuf mendapatkan ilmu dan bimbingan secara langsung dan khusus dari atau oleh Imam Abu Hanifah. Jadi istilah mutakharrij itu pada dasarnya mengacu pada sosok alim, bukan lembaga. Adalah mimpi dan harapan banyak tokoh dan masyarakat munculnya kaderisasi ulama yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan. Dan mimpi itu akan tetap menjadi mimpi selama tidak ada usaha untuk mewujudkannya.

من كانت بدايته محرقة كانت نهايته مشرقة

“Orang yang awalnya membakar niscaya akhirnya bersinar.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post