Jangan Rusak Kopinya !
Seorang Guru biasa menerima kedatangan muridnya setiap angkatan ke rumahnya. Para muridnya ini sudah banyak yang berhasil di berbagai lapangan pekerjaan. Ada yang menjadi pejabat penting negara. Ada yang menjadi dokter. Ada yang menjadi expert di bidangnya, dan sebagainya. Secara materi tentu mereka sangat mapan.
Suatu hari, beberapa siswanya yang telah berhasil di berbagai bidang datang mengunjunginya. Setelah berbasa-basi dan menanyakan kabar masing-masing, mereka mengeluhkan tekanan dunia kerja yang mereka hadapi. Mereka merasa hidup mereka tidak seberuntung orang lain. Hal itu yang membuat mereka sering merasa depresi.
Sang Guru meminta izin sebentar ke belakang. Ia menyiapkan hidangan sederhana untuk para tamunya yaitu murid-muridnya. Ia siapkan kopi hangat untuk mereka. Kopi itu dimasukkan ke dalam tempat yang besar. Ia siapkan juga gelas-gelas berukuran sedang dalam berbagai bentuk di sebuah nampan. Gelas itu ada yang mahal dan menarik. Ada yang sedang dan biasa-biasa saja. Bahkan ada yang sudah usang dan kurang menarik.
Ia menghidangkan kopi itu pada mereka. Dengan penuh ramah ia berkata, “Silahkan dinikmati kopinya. Silahkan ambil sendiri gelasnya dan tuangkan kopi sesuai selera. Maaf, hanya ini yang bisa Bapak hidangkan.”
Mereka memandangi gelas-gelas itu lalu mengambilnya untuk dituangi kopi.
Dengan penuh arif, sang Guru berujar:
“Tahukah kalian kenapa kalian sering merasa depresi? Kenapa kalian merasa hidup kalian tidak seberuntung orang lain?”
Ketika Bapak menghidangkan kopi dan meletakkan gelas-gelas ini, pandangan kalian tertuju pada gelas-gelas yang mahal dan indah. Ketika kalian mendapatkan gelas yang biasa atau yang usang kalian merasa iri pada teman kalian yang mendapatkan gelas yang mahal dan indah. Padahal yang kalian perlukan sebenarnya bukan gelas, melainkan kopinya. Apapun jenis gelasnya, harga dan mereknya, itu semua tidak mempengaruhi rasa kopi. Hanya sayangnya kita lebih mementingkan gelas daripada kopinya.
Hidup ini adalah kopi. Sementara profesi, pekerjaan, status sosial, kekayaan, paras dan sebagainya, semua itu hanyalah gelas. Maka jangan rusak kopi hanya karena memperebutkan gelas."
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan