Sikap Kita dalam Memahami Dalil
Imam Ibnu al Qayyim berkata : "Ada dua sikap manusia ketika berhadapan dengan nash.
Pertama, yang bertanya:
ماذا قال
Apa yang dikatakan?
Kedua, yang bertanya:
ماذا أراد
Apa yang dimaksudkan?"
(Dr. Ahmad ar Raisuni dalam salah satu Seminar tentang Maqashid).
Untuk sampai pada pertanyaan, "Apa yang dimaksudkan?" tentu mesti ada pertanyaan, "Apa yang dikatakan?".
Tapi sayang, banyak yang berhenti hanya sampai disitu. Akhirnya muncullah pemahaman yang bersifat zhahiri, leterlek dan cenderung kaku.
Padahal yang jauh lebih penting dari sekedar mengetahui apa yang dikatakan adalah apa yang dimaksudkan, dan ini yang bersentuhan langsung dengan ruh syariah atau populer dengan istilah Maqashid.
Jadi, pertanyaan "apa dalilnya" penting. Tapi jauh lebih penting dari itu adalah pertanyaan "apa istidlalnya?"
والله تعالى أعلم وأحكم
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan