Suherman, C.DAI., M.A., M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bukan perempuan yang menolak poligami. Yang ditolak itu pembagian
Di antara teks dan konteks, poligami memang sah. Tapi di antara hati dan kenyataan, ia selalu rumit. Sebab yang dibagi bukan hanya waktu dan nafkah, melainkan rasa.

Bukan perempuan yang menolak poligami. Yang ditolak itu pembagian

Kalau benar semua perempuan menolak poligami, mestinya barisan penolakan itu rapi: dari yang pertama sampai yang terakhir. Nyatanya tidak begitu. Yang paling keras menolak biasanya justru yang pertama. Yang kedua sering datang dengan keyakinan—atau setidaknya harapan—bahwa ia tidak sedang dirampas, tapi dipilih.

Masalahnya memang bukan pada konsep, tapi pada kepemilikan rasa. Cinta itu, bagi banyak orang, bukan barang publik. Ia seperti rumah yang dibangun bersama: kenangan, luka, janji, dan kebiasaan. Ketika rumah itu dibagi, yang terasa bukan luasnya bertambah, tapi hangatnya berkurang.

Di titik ini, debat sering disederhanakan. Ada yang memakai dalil, ada yang berlindung di balik emosi. Padahal kenyataannya lebih manusiawi: yang satu takut kehilangan, yang lain berharap mendapatkan. Yang satu menjaga apa yang sudah ada, yang lain datang untuk memulai.

Maka jangan heran jika penolakan paling nyaring datang dari yang lebih dulu mencintai. Bukan karena kurang iman, tapi karena rasa memiliki tidak pernah bisa dibagi setengah-setengah tanpa menyisakan luka. Dan jangan pula mengira yang kedua selalu tanpa beban. Ia juga menanggung stigma, cemburu yang ditunda, dan masa depan yang belum tentu utuh.

Di antara teks dan konteks, poligami memang sah. Tapi di antara hati dan kenyataan, ia selalu rumit. Sebab yang dibagi bukan hanya waktu dan nafkah, melainkan rasa—dan rasa tidak pernah punya timbangan yang adil. Meski rasa bukan kewajiban untuk adil.

Akhirnya, perdebatan ini sering lupa satu hal sederhana: tidak semua yang boleh itu mudah, dan tidak semua yang sah itu ringan dijalani. Di sana, manusia diuji bukan pada keberanian mengambil, tapi pada kebijaksanaan menjaga.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post