Suherman, C.DAI., M.A., M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sepasang Sandal itu bernama 'Muhammadiyah dan NU'
Tanggal ternyata bukan sesuatu yang absolut. Ia hanya kesepakatan manusia membaca gerak bumi.

Sepasang Sandal itu bernama 'Muhammadiyah dan NU'

Perbedaan puasa dan hari raya sering kali membuat langit terasa lebih ramai daripada biasanya. Bukan oleh takbir, tetapi oleh tanya: “Besok puasa atau lusa, Besok Id atau lusa?”

Padahal, seperti guyon KH. Hasyim Muzadi, yang berbeda itu hanya tanggalnya—bukan salatnya, bukan takbirnya, bukan Tuhannya.

Ibadahnya sama. Langitnya sama. Yang berbeda hanya cara manusia membaca awal bulan.

NU menunggu hilal seperti menunggu tamu di depan pintu: harus terlihat dulu, baru dipersilakan masuk. Muhammadiyah cukup dengan kepastian bahwa tamu itu sudah berada di perjalanan, secara hisab sudah sampai waktunya.

Dua cara melihat waktu. Bukan dua agama.

Suatu ketika, cerita beliau, Pak Jusuf Kalla gelisah melihat umat yang seolah punya dua kalender. Lalu lahirlah usul yang sangat khas dunia perdagangan: Muhammadiyah turun satu derajat, NU naik satu derajat.

Sebuah kompromi matematis.

Tetapi fikih bukan transaksi di pasar yang bisa ditawar di tengah. Kebenaran metodologis tidak mengenal diskon. Maka usul itu ditanggapi dengan senyum: logika pedagang tidak selalu bisa dipakai untuk ilmu falak.

Yang lebih penting bukan menyatukan tanggal, tetapi menyatukan pemahaman bahwa perbedaan itu memang mungkin terjadi.

Sebab bahkan bumi sendiri tidak punya satu waktu yang seragam. Orang berangkat dari Narita hari Jumat sore, sampai di California masih Jumat pagi. Apakah harus salat Jumat dua kali?

Orang terbang dari New York ke Jakarta, tiba-tiba kehilangan hari Sabtu. Apakah hari itu batal dalam takdir?

Tanggal ternyata bukan sesuatu yang absolut. Ia hanya kesepakatan manusia membaca gerak bumi. Maka perbedaan 1 Ramadan atau Syawal seharusnya tidak lebih besar daripada perbedaan zona waktu.

Dan di titik ini, humor KH. Hasyim Muzadi berubah menjadi pelukan.

Hubungan Muhammadiyah dan NU, kata beliau, kini seperti dua sahabat yang sering satu panggung. Bahkan, beliau mengatakan, dirinya lebih sering diundang Muhammadiyah daripada Pak Din diundang NU.

Tentang Pak Din yang disebut “mantan NU” karena tidak betah dengan orang NU yang “kumuh”, itu bukan ejekan—itu cara seorang kiai mencairkan tembok identitas dengan tawa.

Karena di balik guyon itu ada pengakuan: kita berbeda dalam gaya, bukan dalam cita-cita. NU kuat di akar rumput, di musholla, di kampung, di tradisi yang hidup. Muhammadiyah kuat di sistem, di universitas, di rumah sakit, di manajemen modern.

NU sulit serapi Muhammadiyah. Muhammadiyah sulit seakar NU. Maka keduanya bukan untuk dibandingkan, tetapi untuk dipasangkan.

Seperti sandal.

Kanan dan kiri tidak pernah sama bentuknya. Tetapi justru karena itu ia bisa dipakai berjalan. Dan sejarah republik ini berdiri di atas jejak dua sandal itu. Hadratussyekh Hasyim Asy’ari dan Kiai Ahmad Dahlan. Dua nama, satu arah: Indonesia.

Di titik itu, perbedaan furu’—bahkan ibnul furu’—menjadi kecil. Yang besar adalah wawasan keumatan, kebangsaan, dan kenegaraan yang sama.

Mereka tidak sedang mendirikan organisasi untuk menang sendiri. Mereka sedang menanam rumah bersama.

Maka setiap kali kita ribut soal tanggal, mungkin kita lupa bahwa kita ini sedang berjalan memakai sepasang sandal.

Kalau yang satu dilepas, kita memang tetap bisa berdiri. Tetapi kita tidak akan bisa berjalan jauh.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post