Antara Tunduk atau Menentang
Ada anggapan sederhana yang sering beredar di kepala banyak orang:
kalau melawan Amerika Serikat, sebuah negara pasti hancur.
Kalau dekat dengan Amerika Serikat, sebuah negara pasti makmur. Dunia nyata ternyata tidak sesederhana itu.
Iran selama puluhan tahun berhadap-hadapan dengan Amerika. Sejak revolusi 1979, negara itu terus-menerus dikenai sanksi ekonomi, terutama terkait program nuklirnya. Sanksi tersebut memang membuat ekonomi Iran terpukul: ekspor minyak dibatasi, sistem perbankan dipersempit, dan inflasi melonjak.
Namun Iran tidak hilang dari peta. Negara itu tetap berdiri, tetap memiliki industri, tetap mengembangkan teknologi militer, bahkan tetap menjadi pemain penting dalam politik Timur Tengah. Mereka mengembangkan apa yang disebut “resistance economy”, ekonomi yang berusaha bertahan dengan mengandalkan kapasitas dalam negeri dan jaringan perdagangan alternatif.
Sebaliknya, ada negara-negara yang sangat dekat dengan Amerika, tetapi tidak otomatis menjadi maju dan makmur. Kedekatan geopolitik tidak otomatis berubah menjadi kesejahteraan rakyat.
Artinya sederhana: kedaulatan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh siapa yang mereka lawan atau siapa yang mereka ikuti.
Ia lebih ditentukan oleh hal yang lebih sunyi dan lebih sulit: kualitas institusi, kualitas kepemimpinan, kualitas pendidikan, dan keberanian membangun kemampuan sendiri.
Iran memberi satu pelajaran:
melawan kekuatan besar tidak selalu membuat sebuah bangsa hilang.
Indonesia juga memberi pelajaran lain:
berteman dengan kekuatan besar tidak otomatis membuat sebuah bangsa maju.
Akhirnya, mungkin masalahnya bukan pada menentang atau tunduk. Masalahnya ada pada satu pertanyaan yang lebih jujur: kita sebenarnya sedang membangun diri sendiri, atau hanya menunggu belas kasihan dunia?
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan