Suherman, C.DAI., M.A., M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Cinta Sejati Bukan Sekadar Rasa, Tapi Rela Tunduk Karena-Nya
Karena cinta sejati memang bukan cuma soal rasa yang berdiri sendiri. Tapi rasa yang membuat seseorang rela tunduk. Dan sujud adalah bentuk cinta yang paling jujur.

Cinta Sejati Bukan Sekadar Rasa, Tapi Rela Tunduk Karena-Nya

Ada yang menarik dari cara Sujiwo Tejo memandang cinta. Ia sering membicarakan cinta sebagai sesuatu yang tidak tunduk pada hitung-hitungan. Cinta, katanya, tidak lahir karena sebab tertentu. Kalau masih ada “karena”—karena cantik, karena baik, karena kaya, karena perhatian—maka itu belum cinta sejati. Sebab “karena” mudah berubah. Hari ini ada, besok hilang.

Dan memang benar, cinta yang terlalu banyak kalkulasi sering berakhir seperti transaksi. Ada untung-rugi. Ada laba-boncos. Ada daftar pengorbanan yang diam-diam dicatat sendiri. Orang modern menyebutnya hubungan sehat. Padahal kadang hanya kerja sama dua kesepian yang takut rugi.

Tapi di situlah barangkali letak batas seorang penyair.

Penyair pandai menggambarkan rasa. Ia mampu membuat orang patah hati merasa paling mulia sedunia. Ia bisa menjadikan hujan tampak seperti surat dari langit. Ia bisa membuat kopi, senja, dan rokok naik derajat menjadi filsafat. Namun tidak semua penyair sampai pada ujung cinta yang paling sunyi: pengabdian.

Sebab cinta yang tertinggi bukan sekadar “menerima apa adanya.” Itu masih indah untuk manusia. Masih horizontal. Masih sesama makhluk yang sama-sama lapar pujian.

Puncak cinta adalah ketika seorang hamba berdiri salat, lalu sujud tanpa ditonton siapa pun.

Tidak sedang membuat puisi. Tidak sedang membuat konten. Tidak sedang ingin dipuji alim.

Hanya salat.

Di situ cinta kehilangan seluruh kosmetiknya. Tidak ada tepuk tangan. Tidak ada balasan langsung. Tidak ada manusia yang terharu membaca caption-nya. Yang ada hanya pengabdian: seorang makhluk kecil yang sadar dirinya fana, lalu datang kepada Tuhannya dengan tubuh, waktu, dan kepasrahan.

Karena cinta sejati memang bukan cuma soal rasa yang berdiri sendiri. Tapi rasa yang membuat seseorang rela tunduk.

Dan sujud adalah bentuk cinta yang paling jujur.

Mungkin itulah sebabnya banyak orang pandai berbicara cinta, tapi berat bangun untuk ibadah. Sebab membicarakan cinta itu romantis. Sedang mengabdi membutuhkan kalahnya ego.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post