Suherman, C.DAI., M.A., M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bukan Tentang Siapa yang Memimpin Peran, Tapi Siapa yang Memberi Kebaikan
Semua orang sudah menjadi tokoh utama dalam kisahnya sendiri. Yang sulit justru menjadi manusia yang baik di dalam kisah itu

Bukan Tentang Siapa yang Memimpin Peran, Tapi Siapa yang Memberi Kebaikan

Ada satu kesalahpahaman yang sering membuat manusia lelah: merasa dirinya harus menjadi tokoh utama dalam hidup orang lain. Padahal, masing-masing orang sudah menjadi pemeran utama dalam kisahnya sendiri.

Seorang ayah adalah tokoh utama bagi kegelisahannya mencari nafkah. Seorang ibu adalah tokoh utama bagi cerita panjang pengorbanannya. Anak-anak adalah tokoh utama bagi mimpi dan ketakutannya sendiri. Bahkan orang yang kita anggap musuh pun sedang sibuk menjadi tokoh utama dalam drama hidupnya.

Karena itu sebenarnya tidak ada rebutan panggung. Tidak ada antrean untuk menjadi pusat semesta.

Kita sering marah karena merasa tidak diperhatikan. Merasa jasa kita kurang dihargai. Merasa pendapat kita tidak didengar. Seolah-olah semua orang seharusnya sedang membaca naskah tentang diri kita.

Padahal mereka sedang sibuk membaca naskah mereka sendiri.

Mereka sedang memikirkan cicilan, kesehatan, anak yang sakit, pekerjaan yang tidak jelas, harga kebutuhan yang naik, atau mungkin sekadar memikirkan bagaimana bisa tidur nyenyak malam ini.

Dalam teater besar kehidupan, setiap orang membawa lampu sorotnya sendiri. Maka yang terlihat terang oleh kita belum tentu terlihat oleh orang lain. Kesadaran ini justru membebaskan.

Kita tidak perlu memaksa semua orang menyukai kita. Tidak perlu kecewa berlebihan ketika tidak menjadi pusat perhatian. Tidak perlu sibuk membuktikan diri kepada dunia.

Karena dunia memang tidak sedang mengurus kita saja.

Yang menarik, ketika seseorang berhenti berebut panggung, justru hidupnya menjadi lebih tenang. Ia bisa menikmati perannya sendiri. Menjadi ayah dengan baik tanpa harus menjadi pahlawan nasional.

Menjadi guru tanpa harus menjadi selebritas. Menjadi pedagang tanpa harus menjadi konglomerat. Menjadi rakyat biasa tanpa harus setiap hari tampil seperti tokoh besar di media sosial.

Air sungai tidak pernah berebut menjadi laut. Ia hanya mengalir. Namun pada akhirnya sampai juga.

Begitu pula manusia.

Tidak perlu saling dorong untuk menjadi yang paling penting. Karena sejak lahir, Allah sudah memberi setiap orang panggungnya masing-masing, cerita masing-masing, ujian masing-masing, dan akhir kisah masing-masing.

Tugas kita bukan merebut peran orang lain. Tugas kita hanyalah memainkan peran yang sudah dipercayakan kepada kita dengan sebaik-baiknya.

Sisanya, biarkan mengalir. Sebab kehidupan bukan kompetisi mencari siapa tokoh utama. Semua orang sudah menjadi tokoh utama dalam kisahnya sendiri. Yang sulit justru menjadi manusia yang baik di dalam kisah itu.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post