Agus Amirudin

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

OPINI PENDIDIKAN

ANTARA UJUNG TOMBAK DAN PENGARAH TOMBAK DALAM PENDIDIKAN

Guru sebagai ujung tombak pendidikan merupakan “profesi mulia” yang menjadi tumpuan kecermelangan setiap masa. Ketika terjadi permasalahan apapun, misalnya : kemiskinan, kenakalan remaja, pengangguran, mudah terpengaruh berita bohong (hoaks), maka tingkat pendidikan seseorang atau suatu masyarakat selalu menjadi acuan. Tugas guru memang berat karena memang gurulah yang langsung berinteraksi dengan para siswa. Tetapi yang harus dipahami oleh semua pihak bahwa ada pengarah tombak di belakang profesi yang mulia itu.

Salah satu kewajiban guru adalah membaca dengan segenap maknanya. Dengan modal kompetensinya seorang guru yang membaca, akan memahami proses yang mesti dilakukan sebagai konsekuensi dari membaca. Jika siswa membaca buku dan alam di lingkungannya sebagai sumber ilmu, maka guru harus memiliki nilai lebih yakni mampu membaca potensi yang tersimpan pada diri siswa. Ibarat tanaman tomat bagi seorang petani, maka petani itu mesti berpikir agar tanaman tomat itu kuat menghadapi virus, berbuah lebat dalam waktu yang singkat, dan buahnya juga berkwalitas super. Tentu petani tomat ini tidak pernah berpikir, menanam tomat dan panen buah semangka. Kewajiban guru yang sangat penting adalah memahami potensi masing-masing siswa untuk kemudian diproses agar bisa berkembang dengan maksimal.

Sungguh, masih banyak “fitur” yang belum dimaksimalkan bahkan belum dipakai sama sekali oleh guru maupun siswa untuk meledakkan potensinya. Dan untuk memaksimalkan potensi itu perlu sebuah sistem yang kuat.

Guru yang merasa cukup dengan kepintaran dan kemampuannya, sehingga tidak merasa perlu untuk mengup-date ilmu dan pengetahuannya merupakan ciri dari guru yang tidak baik. Akan memakai kurikulum, strategi, dan metode belajar apapun, keberadaan guru tetap sangat penting. Di sinilah dibutuhkan kebugaran intelektual oleh para guru melalui mekanisme yang ada, misalnya kelompok kerja guru (KKG), Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), peningkatan kompetensi pembelajaran (PKP) dan pendidikan dan pelatihan (Diklat) lainnya.

Tanpa mengesampingkan yang telah mengelola berbagai macam wadah kebugaran intelektual dengan profesioanal, masih terlalu banyak bengkel kebugaran intelektual yang belum ditangani dengan baik. Untuk memaksimalkan wadah yang ada itu, sangat diperlukan pengarah tombak untuk memonitoring dan mengevaluasi kebijakan di dunia pendidikan secara profesional. Dengan sistem pendidikan yang baik, maka ujung tombak pendidikan akan lebih mudah diukur keberhasilannya.

Saatnya guru sebagai ujung tombak pendidikan di manapun mengabdi dan kementerian pendidikan di tingkat pusat, Dinas pendidikan di tingkat propinsi maupun kabupaten, sebagai pengarah tombak pendidikan untuk bekerja keras dan cerdas untuk menyongsong Indonesia emas tahun 2045.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post