JANDA TIGA KALI
Oleh : Agus Amirudin
Kamis, 27 Agustus 2020
Tagur #Menulis 30 hari (Hari Ke-4)
Nyi Siti sosok yang sangat dihormati, karena empat hal sebagai wanita yang dicari laki-laki di dunia ini terpenuhi. Putri seorang kyai kampung yang disegani. Mengajar ngaji sebagai aktifitas sehari-hari. Dan kekhususan Nyi Siti sebagai tempat konsultasi masalah suami istri, bagi ibu-ibu di desanya. Tidak sedikit para gadis dan janda yang akan menikah konsultasi, untuk membuka lembaran baru dalam hidupnya agar tidak salah menyikapi. Masyarakat tidak peduli meskipun Nyi Siti sudah gagal membina keluarga dua kali, mereka memahami kenapa hal itu terjadi. Yang terpenting saat ini Nyi Siti sudah tampak bahagia dengan suami ketiganya, Pak Bahri.
Dua tahun sudah, Nyi Siti menjalani biduk rumah tangganya bersama Pak Bahri. Tiada angin, tiada ombak, apalagi badai tiba-tiba keputusan hakim di pengadilan agama mengabulkan gugatan cerai Nyi Siti. Saudara, tetangga, dan teman mulai saling berbisik lagi. Perceraian pertama mereka memaklumi karena suaminya ternyata mempunyai kelainan seks. Perceraian yang kedua, akhirnya masyarakat juga mengerti karena taubatnya sang suami masih setengah hati. Kali ini masyarakat tidak tahu, apa gerangan yang terjadi sehingga Nyi Siti memilih menjada lagi.
“Tetap teguhlah Nyi….., aku tahu permasalahan yang terjadi” kata Pak Ardhi teman Nyi Siti waktu SMA, yang kebetulan salah satu hakim di Pengadilan Agama. Sebetulnya Pak Ardhi pernah menaruh hati kepada perempuan yang dianggap suci ini, tapi karena kurang percaya diri, maka perasaan itu hanya tersimpan di dalam hati. Takdir Ilahi telah terjadi, Nyi Siti menikah dengan pilihan orang tuanya dan Pak Ardhi menikah dengan tetangganya sendiri. Di lubuk hati Pak Ardhi yang paling dalam, ingin berpoligami, tetap bersama dengan istri pertamanya tapi juga ingin bersanding dengan Nyi Siti. Sayang adat “pejabat” belum memungkinkan, meski keyakinan sudah final. Akhirnya, bersepakatlah antara Pak Ardhi dan Nyi Siti untuk menikah di bawah tangan, nikah siri….
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan