Agus Amirudin

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

TERLAMBAT ADA OBATNYA

Oleh : Agus Amirudin

Sabtu, 29 Agustus 2020

Tagur #Menulis 30 hari (Hari Ke-6)

Pembahasan terlambat seharusnya memakai riset yang canggih, karena terlambat (dalam kata lain, jam karet; molor; bahkan WIB dipelesetkan dengan waktu Indonesia bergeser) sudah bagian dari budaya sebagian besar masyarakat Indonesia di berbagai tingkatan. Pada catatan kecil kali ini, melalui media guru khususnya blok gurusiana (bukan gurusiely atau gurusianu…) penulis ingin menyampaikan hasil pengamatan langsung, baik di sekolah (sampai sekarang penulis pernah mengajar di 8 sekolah), di masyarakat (lebih 10 kali pindah tempat, maklum mantan kontrak-tor), sedikit ingin mengulasnya. Penulis melihat dan merasakan langsung, bahwa orang yang terlambat dari waktu ke waktu akan tampak, mana yang paten (hobi dan kebiasaan), dan mana yang insiden. Pada undangan rapat atau undangan tasyakuran, siapa yang terlambat? Pada sholat berjamah di masjid atau kebaktian di gereja, siapa yang terlambat? Di sekolah, di kantor, di perusahaan, siapa yang terlambat? Penulis yakin, tidak butuh waktu lama untuk membuat kesimpulan.

Terlambat sangat banyak penyebabnya, misalnya : kecelakaan, sakit mendadak, terlambat bangun, lupa, sibuk dan lain-lain. Yang jelas, jika terlambat hanya se-sekali, tentu mudah dimaklumi, tapi jika terlambat sebagai kebiasaan, ini yang tidak bisa dimaklumi. Tapi yang menjadi kabar gembira bagi siapapun yang hobi dan biasa terlambat, penulis akan berbagi obat agar terlambat bisa dihindari, karena pada dasarnya setiap manusia mempunyai potensi untuk bisa berubah ke arah yang lebih baik.

9 tips agar terlambat bisa dihindari:

1. Hargai diri sendiri dan hargai orang lain. Bisa dipastikan bahwa semua orang mempunyai urusan, dan setiap orang mau atau tidak mau, pasti berhubungan dengan orang lain yang akan menilai diri kita. Kita tidak mau kan, mendapat julukan dari teman sejawat apalagi dari atasan, si tukang terlambat, si hobi telat, datang siang-pulang pagi (nginep?), si jam karet, dan sebutan lainnya. Dengan tidak terlambat berarti kita sudah menghargai diri sendiri, juga menhargai waktu dan kepentingan orang lain.

2. Buat jadwal kegiatan sehari-hari. Jadwal disusun untuk dilaksanakan sesuai waktu yang sudah ditentukan. Jika ada yang berbenturan pada waktu yang sama, pilihlah berdasarkan skala prioritas. Jangan lupa memberikan waktu yang cukup untuk perjalanan menuju tempat tugas.

3. Berhentilah menunda. Jika ada pekerjaan yang bisa diselesaikan, segera selesaikan. Sekali menunda satu pekerjaan, akan mengakibatkan tertundanya pekerjaan berikutnya.

4. Pasang alarm pribadi. Alarm tentu benda mati. Kadang alarm berbunyi, kita bangun, tapi justru untuk mematikan alarm, iya kan?! Ketika alarm berbunyi, bersegeralah untuk menyambut jadwal yang sudah dibuat.

5. Siapkan semua perlengkapan pada malam hari dan letakkan di tempatnya. Biasanya waktu paling menghebohkan itu di pagi hari, kalau malamnya sudah tertata tentu pagi harinya kita akan fresh.

6. Berani menolak kegiatan mendadak yang kurang penting. Bukan berarti kita kaku, tapi jika kita menuruti kegiatan mendadak yang kurang penting, akibatnya akan merepotkan penataan ulang kegiatan yang sudah terjadwal.

7. Gunakan langganan transportasi on-line. Cara ini bisa dipilih jika jarak menjadi penghambat dan kendaraan pribadi bermasalah. Hitung-hitung berbagi rejeki, dan ada yang membantu mengingatkan kalau kita masih terlena dengan agenda sebelumnya.

8. Pindah rumah agar dekat ke tempat tugas. Jika anda belum punya rumah, ini menjadi alternatif. Meski ternyata rumah dekat bukan jaminan tidak terlambat, jika mental lambat masih melekat.

9. Menghukum diri sendiri jika terlambat. Lha, ini perlu komitmen. Hukuman untuk diri sendiri itu jangan terlalu berat, tapi juga jangan terlalu ringan. Misalnya, sedekah. Jadi hukuman itu tetap memberikan manfaat untuk diri sendiri maupun orang lain.

Demikian tips sederhana (obat) yang bisa kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Tips ini sama sekali tidak bermaksud menyinggung siapapun, tapi kalau ada yang tersinggung untuk berubah ke arah yang lebih baik, tidak apa-apa. Semoga bermanfaat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post