BALAS DENDAM BRODIN DAN AKIBATNYA
Oleh : Agus Amirudin
Senin, 21 September 2020
Tagur #Menulis 30 hari (Hari Ke-29)
“Baju berbau amis darah ini menjadi saksi bisu bahwa ayahmu meninggal karena dibunuh oleh Dulsari 20 tahun yang lalu, dan saat ini tiba saatnya untuk membalas kematian itu” Kata Ibunya Brodin pada suatu malam yang mencekam. Sejak saat itu, Brodin segera menyiapkan segala persiapan untuk balas dendam. Celurit senjata utamanya, sudah dipesan jauh hari dengan harga yang mahal. Foto pembunuh ayahnya dipastikan tidak salah. Bahkan ibu kandung Brodin sudah merestui hajat pembunuhan balasan itu. Tinggal menunggu waktu yang tepat , karena Dulsari yang dianggap musuh itu kerja di luar negeri. Waktu menjelang Hari Raya Qurban hampir tiba, saatnya para pekerja dari luar negeri maupun luar daerah secara adat pulang kampung. Kakak perempuan Brodin mengingatkan lagi agar balas dendam itu digagalkan karena akan mengakibatkan penderitaan berkepanjangan. “Ingatlah anakmu Brodin, dia masih umur 2 tahun, juga istrimu” Katanya. Tetapi Brodin yang didukung ibunya sudah gelap mata.
Hari yang ditunggu Brodin tiba, tepat dua hari menjelang lebaran Qurban Dulsari pulang kampung. Dengan gaya sukses, Dulsari segera mengundang tetangga sekitarnya untuk tasyakuran. Brodin termasuk yang diundang, tapi tidak berniat hadir. Ketika tasyakuran selesai, Brodin berangkat ke rumah Dulsari. Brodin sengaja tidak masuk rumah, tapi berpesan ke cucunya Dulsari untuk keluar ke halaman rumah karena ada perlu. Cahaya lampu tidak begitu terang, cahaya bulan juga tertutup mendung sehingga wajah keduanya tidak begitu jelas. “Brodin.., gimana kabarmu? Sudah punya anak ya?” Tanya Dulsari sambil mendekat. Tanpa menunda waktu, Brodin secepat kilat segera menebaskan cluritnya beberapa kali ke tubuh tua Dulsari. Tanpa ada perlawanan, Dulsari diyakini tewas, dan dalam waktu yang singkat pula Brodin menggenjot sepeda motor yang telah disiapkan ke Polsek terdekat untuk menyerahkan diri.
Dengan sangat jelas Brodin menceritakan kronologis pembunuhan itu. Polisi hanya bisa geleng-geleng kepala menanggapi cerita itu. Polisi hanya bertanya satu pertanyaan, “ Apakah Brodin tidak menyesal telah membunuh Dulsari?” Tidak, kata Brodin. Setelah menjalani proses hukum, akhirnya Brodin mendapat hukuman sesuai pasal 340 KUHP. Mungkin karena lugunya Brodin yang tidak didampingi penasehat hokum, Dia dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Di penjara Brodin menjalani dengan senang hati. Ketika Ibu, Istri dan anaknya menjenguk ternyata Brodin tambah gemuk. “ Lho, kok dipenjara tambah gemuk?”, Tanya istrinya sambil menangis. Sudah dik, ndak usah menangis. Ternyata dipenjara itu enak kok, ndak perlu kerja berat, dikasih makan sehari dua kali….makanya aku lebih gemuk dan krasan di sini.
Catatan : seperti dikisahkan langsung oleh pelaku, 23 tahun yang lalu dengan sedikit penyesuaian.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan