BERSYUKURLAH, JIKA ANDA MASIH NORMAL
Oleh : Agus Amirudin
Kamis, 10 September 2020
Tagur #Menulis 30 hari (Hari Ke-18)
Niman perantau yang tidak jelas. Semua perbekalannya habis, bahkan baju tinggal yang dipakai saja, setelah dia harus lari dari kejaran polisi. Sementara perut sangat lapar, tiga hari tidak ada sesuap nasipun yang masuk ke perutnya, hanya air sungai yang membuat Niman bertahan, uang tiada, saudara dan kerabat nun jauh di pelosok desa bahkan lain negara, dan ketika berusaha minta ke orang-orang yang mampu memberi makan malah dihardik dan diusir seperti orang gila. Apa yang bisa dilakukan Niman? Ya, akhirnya Niman mencuri demi berdamai dengan perutnya. Malang tak bisa dihindari, justru akhirnya ditangkap polisi. Tapi apa kata Niman? Ya, tujuannya untuk sekedar bertahan hidup tercapai, karena ternyata di tahanan Niman mendapat jatah makanan gratis meski sederhana…….
Beda lagi dengan ceritanya Dini. Gara-gara berpacaran yang kebablasan, dia hamil. Setelah kehamilannya disampaikan sambil menangis ke pacarnya, ternyata si-pacar justru pergi meninggalkannya. Dengan sembunyi-sembunyi Dini mencari cara agar kehamilannya bisa diaborsi, tapi gagal dan gagal. Perut buncitnya Dini tidak bisa disembunyikan, Bapak, ibu dan semua saudaranya menyalahkan. Ketika waktu melahirkan tiba, Dini sudah punya keputusan. Dia ke sungai dengan peralatan seadanya. Susah payah yang luar biasa dia rasakan, dengan menjerit seorang diri si bayi keluar. Dengan beringas Dini segera membekap bayinya. “Mampus kau…”, Kata Dini kepada bayi yang tidak berdosa itu. Ternyata urusan membunuh bayi tidak selesai begitu saja, akhirnya dia putuskan bunuh diri di kamarnya, ketika aparat polisi sudah ada di ruang tamu rumahnya.
Kasus Niman dan Dini, sebetulnya hanya bagian kecil dari fakta dan cerita kehidupan manusia di sekitar kita. Pada dasarnya Niman, pemuda baik-baik yang punya keinginan merubah nasibnya ke negeri Jiran Malaysia, tapi nasib tidak berpihak kepada niat baiknya. Demikian juga Dini. Dia gadis desa yang ingin hidup biasa-biasa saja, tapi karena satu kesalahan dan dosa, menuntut kesalahan-kesalahan berikutnya....dan itu semua terjadi karena kondisi yang tidak normal.
Anda yang masih mempunyai cita-cita, mempunya harapan ingin lebih baik, sadar akan kekurangan dan kelebihan diri, masih bermanfaat untuk orang lain, rasa percaya diri bahwa yang ada yang terbaik, optimis terhadap masa depan, bisa terus berusaha apapun kondisinya, dan bisa menyandarkan hasil akhir pada Yang Maha Kuasa. Jika salah satu, apalagi lebih dari satu masih bersama anda, bersyukurlah…dan bersyukurlah… karena kondisi anda masih normal.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan