G30S-PKI
BAGAI KUCING DAN ANJING, JANGAN DIPAKSA BERSATU
30 September merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, ya sejarah buram. Karena pada tanggal 30 September 1965 telah terjadi pembantaian terhadap beberapa Jenderal di Republik Indonesia ini. Peristiwa ini sebetulnya merupakan akumulasi dari proses panjang dari kelompok komunis yang ingin berkuasa dan mengganti dasar negara Pancasila, yang sudah disepakati sejak Indonesia merdeka. Fakta ini telah terjadi dan merupakan dokumen sejarah yang tidak bisa dipungkiri, sebagai takdir dari ilahi. Berdasarkan Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966, dinyatakan Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia dan larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan faham atau ajaran komunisme / marxisme-leninisme
Semboyan Bangsa Indonesia yang juga harus mendapat perhatian adalah Bhineka Tunggal Ika yang bermakna meski sangat beragam (suku, agama, adat istiadat, bahasa, ras dan kebudayaan) bangsa Indonesia adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Lantas mengapa paham komunis tidak boleh hidup di Indonesia?
Kisah anjing dan kucing, semoga bisa menjadi sedikit pencerahan bagi kita sesama anak bangsa. Ketika dalam satu rumah, kita pelihara anjing dan kucing, mungkinkah? Anjing dan kucing memiliki gaya komunikasi yang berbeda. Menurut ahli perhewanan, ketika ekor kucing bergerak-gerak menunjukkan kucing sedang merasa tidak senang karena diganggu, sedangkan ekor anjing bergerak-gerak menandakan ia sedang gembira dan ingin terus berteman. Anjing dan kucing memiliki gaya sosial yang berbeda. Anjing adalah hewan yang suka bersosialisasi, baik dengan manusia maupun dengan hewan lainnya, sedangkan kucing yang lebih suka hidup mandiri. Ketika ingin bersosialisasi, terlebih dahulu anjing akan mengendus-ngendus suatu objek. Saat anjing mendekati kucing untuk diendus-endus, kucing akan menyerang anjing karena kucing memang tidak suka bersosialisasi dan diendus-endus. Di sini tercipta trauma bagi si anjing, bahwa kucing adalah musuh mereka.
Dengan perjalanan sejarah yang bisa dijadikan pelajaran oleh semua generasi bangsa ini, Negara Pancasila yang didalamnya terdapat sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sedangkan paham komunis tidak mengakui ada Tuhan, maka Tap MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 harus dikawal bersama, agar tidak benturan antara dua paham yang berlawanan. Jangan sampai terjadi, sebuah rumah memelihara anjing dan kucing. Pasti ramai…karena pasti akan terus bertengkar. ============================================
Oleh : Agus Amirudin
Rabu, 30 September 2020
Tagur #Menulis 60 hari (Hari Ke-38)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan