Agus Amirudin

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

GILA YANG SEBENARNYA MENURUT NABI MUHAMMAD SAW

Pada tulisan ke-3 tentang tema “gila” ini, penulis mengutip dari sebuah karya Syaikh Abdullah Al-Ghazali dalam Risalah Tafsir menyampaikan sebuah riwayat sebagai berikut: Pada suatu hari Rasulullah SAW berjalan melewati sekelompok sahabat yang sedang berkumpul. Lalu beliau bertanya kepada mereka: “Mengapa kalian berkumpul disini”. Para sahabat menjawab: “Ya Rasulullah, ada orang gila yang sedang mengamuk. Oleh sebab itulah kami ber-kumpul disini.”

Maka Rasulullah SAW lalu bersabda: “Sesungguhnya orang ini tidaklah gila (al-majnun), tapi orang ini hanya sedang mendapat musibah. Tahukah kalian, siapakah orang gila yang sebenar-benarnya disebut gila“.

Para sahabat lalu menjawab: “Tidak ya Rasulullah. Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahuinya.”

Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan: “Orang gila yang sesungguhnya gila (al-majnun haqqul majnun) adalah orang yang berjalan dengan penuh kesombongan; yang membusungkan dadanya; yang memandang orang dengan pandangan yang merendahkan; lalu berharap Tuhan akan memberinya surga; padahal ia selalu berbuat maksiat kepada-Nya. Selain itu orang-orang yang ada di sekitarnya, tidak pernah merasa aman dari kelakuan buruknya. Dan di sisi yang lain, orang juga tak pernah mengharapkan perbuatan baiknya. Orang semacam inilah yang disebut sebagai orang gila yang sebenar-benarnya gila. Adapun orang yang kalian tonton ini hanyalah sedang mendapat musibah dari Allah.”

Ciri pertama tanda kegilaan tampak dalam cara berjalan atau gaya hidup. Orang yang terjerat dengan gaya hidup (materialistik), tidak akan pernah puas, arogan dan mau menang sendiri tanpa peduli orang lain.

Ciri kedua adalah orang yang mengklaim dirinya superior dan orang lain inferior. Orang seperti ini, hanya melihat dirinya dan kalau toh memandang orang lain maka cara pandangannya penuh kehinaan.

Ciri ketiga manusia arogan adalah selalu mengedepankan dirinya dan menarik perhatian orang lain semata-mata untuk mendapatkan keuntungan sesaat.

Ciri keempat orang yang angkuh adalah berharap tidak pada tempatnya. Orang ini bukanhanya berharap tidak pada tempatnya pada masyarakat dan sosial bahkan ia mengharapkan sesuatu yang tidak relevan dan tidak pantas kepada Allah Swt. Ironis, ia bermaksiat kepada Allah namun mengharapkan surganya

Ciri kelima individu yang gila ini adalah karakternya selalu menyakiti dan membahayakan orang lain. Ia senantiasa memproduksi kejahatan dan kezaliman. Orang seperti ini kata Nabi saw “tidak ada harapan kebaikan padanya.”

Lima ciri dan kriteria kegilaan yang disampaikan oleh Nabi saw tersebut banyak kita jumpai di tengah masyarakat dewasa ini. Dengan defenisi “gila” menurut Rasul saw, maka jumlah orang gila jauh melebihi daripada yang kita perkirakan, sehingga pribadi-pribadi yang gila menjadi mayoritas di tengah masyarakat. Maka terbentuklah masyarakat yang gila dan komunitas yang gila.

Kegilaan yang dilihat oleh para sahabat yang mulia—radhiallah’anhum—adalah kegilaan yang biasa dan mungkin saja bisa disembuhkan. Kegilaan model ini umumnya tidak membahayakan orang lain dalam skala luas. Orang gila pada kelompok ini rata-rata tidak melakukan kejahatan yang tersistematis dan luar biasa. Biasanya orang gila dilevel ini cenderung membahayakan dirinya sendiri. Kalau toh ia menyakiti orang lain karena biasanya ia terlebih dahulu diprovokasi dan digoda oleh orang yang waras fisiknya tapi sejatinya gila yang sebenarnya. Sementara gila atau sakit jiwa seperti disaksikan para sahabat nabi, saat ini dapat diredam dengan pil penenang dan dikonsultasikan dengan psikolog atau psikiater, dan ujung-ujungnya bisa direhabilitasi di rumah sakit jiwa.

Jika demikian, apakah kita termasuk orang yang tidak gila? Wallahu A’lam

Catatan : Dirangkum dari beberapa sumber

Oleh : Agus Amirudin

Sabtu, 26 September 2020

Tagur #Menulis 60 hari (Hari Ke-34)

====================================================

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post