ILMU DAN BARANG KATON
Pak Ali mempunyai seorang teman SD, namanya Slamet. Dia kurang mampu dalam pelajaran apapun, bahkan sekedar membaca saja tidak lancar, sehingga lulus SD memutuskan tidak melanjutkan sekolah. Dua puluh tahun tidak ketemu banyak perubahan terjadi. Slamet menjadi pengusaha sukses dengan berbagai keterampilan. Slamet mempunyai bengkel mobil dan warnet dengan segenap perlengkapannya. Tidak heran jika Slamet mempunyai karyawan lebih dari sepuluh orang. Sementara kepandaian Pak Ali mengantarkan nasibnya menjadi guru SD di Pulau seberang. Sebagai seorang PNS yang bersahaja bersama keluarganya. Pak Ali merasa heran, kenapa Slamet yang bodoh dulu, saat ini menjadi orang yang sukses.
Pada suatu hari datanglah Pak Ali ke bengkelnya Slamet. Di bengkel itu, Slamet benar-benar menjadi bos yang terhormat dan menjadi pengarah jika ada karyawan yang kesulitan menangani permasalahan kendaraan yang ditanganinya. Dengan niat ngangsu kawruh terjadilah percakapan antara keduanya.
Mas Slamet (begitu Pak Ali memanggilnya), bagaimana ceritanya kamu bisa mempunyai keterampilan seperti saat ini? Aduh Pak Ali, sampeyan kan tahu aku orang yang bodoh, jawab Slamet sekenanya persis seperti masa SD dulu. “Beneran Mas Slamet, aku ingin tahu” kata Pak Ali memelas. Oke, kalau Pak Ali merasa perlu, mari duduk di ruang dalam.
“Wow, ruangan ini cukup mewah” batin Pak Ali. Ruang ber-AC dengan hidangan kopi hangat. Jadi begini Pak Ali, karena kemampuan otakku di bawah standar, maka lulus SD aku putuskan untuk kerja di bengkel. Kata ibuku, ilmu katon itu pasti bisa dipelajari. Maka, dengan niat bismillah akupun kerja sambil belajar, itu saja. Dan ternyata benar kata ibuku, apa yang aku lihat berulang-ulang akhirnya aku bisa seperti sekarang ini. Sekalian sharing Pak Ali, selain ilmu katon yang menurutku semua orang bisa asal mau dan bertekad mempelajari, saat ini banyak orang yang tertipu dengan barang katon. Lihatlah kehidupan masyarakat modern saat ini. Bangunan gedung-gedung tampak megah, jalan raya semakin lebar dan mulus, kendaraan mewah mudah terlihat berlalu lalang di jalan raya. Alat-alat teknologi juga semakin canggih. Orang kaya begitu dihormati, sementara si miskin tidak dihiraukan meski berilmu. Dan semua itu dibangga-banggakan tanpa diimbangi dengan ilmu batin. Salah kaprah!!!
Catatan :
Ilmu katon : ilmu yang kasat mata
Barang katon : sesuatu yang bisa langsung diindera
==========================================================
Oleh : Agus Amirudin
Selasa, 29 September 2020
Tagur #Menulis 60 hari (Hari Ke-37)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan