Agus Amirudin

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

IMPIAN PESAWAT TANPA AWAK KARYA ANAK NEGERI

Oleh : Agus Amirudin

Ahad, 6 September 2020

Tagur #Menulis 30 hari (Hari Ke-14)

Pesawat nirawak atau pesawat tanpa awak (EN: Unmanned Aerial Vehicle atau disingkat UAV atau sering disebut sebagai dron, adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri yang dioperasikan oleh operator, menggunakan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya, bisa digunakan kembali dan mampu membawa muatan baik senjata maupun muatan lainnya. Penggunaan terbesar dari pesawat tanpa awak ini adalah di bidang militer, tetapi juga digunakan di bidang geografi, fotografi, dan videografi yang dilakukan secara bebas dan terbuka. Di bidang geografi, pesawat tanpa awak digunakan sebagai salah satu wahana pengindraan jauh yang sangat penting dalam pembuatan peta, seperti peta penggunaan lahan, peta daerah rawan bencana, dan peta daerah aliran sungai. (Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Kemampuan Indonesia dalam pengembangan drone terus berkembang. Indonesia tak hanya menargetkan bisa membuat dan memproduksi massal drone 'mata-mata' tapi juga kombatan yang bisa mengangkut senjata mematikan seperti bom.Konsorsium yang terdiri dari BPPT, Kemenhan, TNI AU, PT DI, PT Len, dan ITB sudah mampu membuat prototipe pesawat drone bertipe Medium Altitude Long Endurance (MALE) bernama 'Black Eangle' atau Elang Hitam. (Jakarta, CNBC Indonesia)

Awal mulanya drone hanya berfungsi untuk menangkap gambar dari udara, namun kini fungsinya terus meluas sehingga mampu membantu meringankan beban pekerjaan manusia. Bahkan sektor-sektor pertanian dan peternakan tidak luput untuk bisa merasakan manfaat dari drone. Penyiraman herbisida dan pestisida pada lahan pertanian yang luas dengan menggunakan drone dipercaya mampu meningkatkan efisiensi dan pemerataan sebaran dari penyemprotan yang dilakukan. Selanjutnya di bidang peternakan, para peternak bisa menggunakan drone untuk menggembalakan hewan ternaknya. Para peternak bisa dengan mudah mengawasi hewan ternaknya dari rumah. Luasan lahan umbaran yang bisa mencapai ribuan hektar sekarang bisa terawasi dengan baik berkat kecanggihan drone dalam mengudara. Hal tersebut sangat membantu peternak dalam mencegah hewan ternaknya mengumbara terlalu jauh atau peternak dapat memantau apakah ada predator di areal umbaran dimana sapinya diternakkan. Kawasan pegunungan yang terjal atau perbukitan yang curam sekarang dapat dengan mudah dijelajahi dan dipantau topografinya menggunakan drone dengan wilayah jangkauan yang luas. Lokasi-lokasi yang mustahil atau sulit untuk manusia raih sekarang bisa dengan mudah untuk diketahui orientasi wilayahnya. Dengan bantuan drone, hal tersebut bisa dilakukan dengan cepat dan murah tanpa adanya resiko kecelakaan kerja bagi pekerja pemetaan wilayah. (yonulis.com>Bisnis)

Pada awal tahun 2020 lalu tepatnya tanggal 1 Januari, ada sebuah kejadian yang mencengangkan masyarakat dunia. Semua masyarakat dunia dikejutkan dengan berita mengenai penyerangan militer Amerika Serikat yang diamini oleh Presiden Trump untuk membinasakan orang nomer satu dalam militer Iran. Mayor Jenderal Qasem Soleimani tewas seketika setelah mendarat dari bandar udara di Iraq akibat dari terjangan rudal pesawat tanpa awak Amerika Serikat. Pengawalan ajudan yang melekat pada mobil sang jenderal tersebut menjadi tidak berarti ketika ada sebuah drone yang menyerang dari ketinggian dan menghujani mobil Soleimani dengan rudal. Ini merupakan satu bukti mengerikan dari adanya drone, seorang Jenderal utama dari sebuah negara tewas seketika dengan mudah dalam sebuah serangan drone Amerika Serikat. MQ-9 Reaper merupakan drone mutakhir buatan Amerika yang berhasil membunuh nyawa seorang Jenderal Iran. Drone tersebut dapat terbang sejauh 1800 km jauhnya dengan kecepatan maksimal 370 km/jam dan dikendalikan oleh dua orang yaitu pilot dan operator sensor dari jarak jauh (yonulis.com>Bisnis)

Dengan bekal iman dan takwa (imtaq) dan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang serba terbatas, maka mulai siswa taman kanak-kanak pun sudah selayaknya kita ajak berimajinasi untuk membuat pesawat tanpa awak ini. Ternyata karya mereka cukup beragam dan mengundang kekaguman banyak pihak, tetapi sebagai bahasa kerendahan hati pesawat itu diberi nama “lajangan” atau dalam Bahasa Indonesia layang-layang.

================================================================

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post