Agus Amirudin

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

SELAMAT JALAN SAHABATKU GURUSIANER

Oleh : Agus Amirudin

Senin, 14 September 2020

Tagur #Menulis 30 hari (Hari Ke-22)

Hari Ahad, 13 September 2020, pukul 21.00, saya sangat kaget ketika melihat grup whatsapp “Sagusabu komnasdik Jatim” Bunda Riful Hamidah memberi informasi bahwa Ibu Ratna Indriasari meninggal dunia karena sakit. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, hanya kalimat ini yang berulang-ulang terucap. Rasanya tidak percaya, karena hari sabtunya, tanggal 12 September beliau masih menanggapi puisi saya yang berjudul “malu” dengan kalimat Super sekali puisinya bapak, manusia sekarang sudah tidak punya malu, malah bangga mengerjakan dosa, sukses salam

Dari hati yang paling dalam, saya turut berduka cita atas meninggalnya Ibu Ratna Indriasari. Semoga Allah Swt menempatkannya di tempat yang paling indah bersama orang-orang beriman, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dalam menerima cobaan ini. Aamiin.

Sebetulnya saya dan Bu Ratna hanya kenal lewat dunia “gurusianer” saja, lebih khusus sebagai peserta Sagusabu komnasdik Jatim angkatan-1. Beliau sudah lebih dahulu terdaftar di tantangan menulis gurusiana pada saat itu, sementara saya masih menunggu tanggal baik yaitu tanggal 24 Agustus 2020 untuk mengawali menulis di tagur hari pertama. Tulisan terakhir Bu Ratna, hari Sabtu 12 September berjudul “Mbah Joyo Penjaga Malam Balai Pertanian” bagian 4, sebetulnya cerpen bersambung, tapi terpaksa terhenti sampai di bagian ini.

SKSS (saling kunjung saling sanjung) menjadi awal silaturrahim. Ada kesamaan pemikiran dalam melahirkan tulisan sehingga komunikasi berlanjut ke japri whatsapp. Ada saatnya Bu Ratna terinspirasi dengan apa yang saya tulis, demikian juga saya. Jujur, tulisan saya yang berjudul “Nasi kobel, menu kasih sayang dari Sampang” terinspirasi dari tulisan Bu Ratna yang berjudul “Roti bolu oleh-oleh khas Magetan”.

Pesan beliau tertulis di biografi gurusiana, mengutip pernyataan sahabat Nabi Muhammad Saw yaitu Ali bin Abi Thalib: “Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak”. Semoga pesan mulia ini bisa dilanjutkan oleh para gurusianer yang jumlahnya tujuh puluh ribuan penulis, untuk menyongsong hari esok lebih baik.

Selamat jalan Ibu Ratna Indriasari…..pada saat yang sudah dipastikan, kami akan menyusulmu……………………..

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post