SISWA CERDAS, JADIKAN GURU SEDINI MUNGKIN
Oleh : Agus Amirudin
Selasa, 8 September 2020
Tagur #Menulis 30 hari (Hari Ke-16)
Belajar bersama guru di ruang kelas yang nyaman, mendengarkan apa yang dijelaskan, mencatat hal-hal penting, bertanya jika ada yang kurang jelas, kemudian mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan tema pembelajaran, dan mendapatkan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah model pembelajaran yang sangat banyak terjadi. Guru menjadi raja yang selalu ditunggu dan siswa ibarat gelas kosong yang siap diisi. Bukankah itu masa lalu? Ya, teorinya seperti itu, tapi kenyataanya masih sering terjadi di banyak tempat. Tidak di sini, tapi di sana.
Ki Hajar Dewantara mengatakan : “semua tempat adalah sekolah, dan semua kita adalah guru”. Pernyataan ini sangat luar biasa maknanya, tapi perlu kesadaran sosial untuk mengawalnya. Banyak anggapan di masyarakat, bahwa mengajar hanya kewajiban guru sehingga di masa pandemi yang berkepanjangan ini banyak siswa yang sangat kurang mendapatkan asupan pembelajaran. Orang tua menganggap kewajiban utamanya sebagai pencari nafkah, sedang pendidikan pasrah total kepada guru.
Dalam kegiatan belajar mengajar, guru sering menemukan suatu kelas ada beberapa siswa yang kemampuannya menonjol. Berhati-hatilah menghadapi siswa yang kepandaiannya di atas rata-rata. Ketika ada tugas apapun, biasanya si-siswa cerdas ini begitu cepat selesainya. Jika guru tidak mampu membuat siswa ini sibuk dengan tambahan pengayaan pembelajaran dengan baik, maka siswa model seperti ini akan menjadi “nakal” dengan mengganggu teman-temannya yang masih mengerjakan tugas dari guru.
Guru kreatif dan inovatif tentu tidak akan bingung menghadapi permasalahan siswa cerdas, bahkan lebih senang dan tertantang untuk mengasahnya agar lebih hebat lagi. Bagaimana caranya?
Salah satunya adalah dengan menggunakan metode Peer Teaching atau metode tutor teman sebaya atau metode mengajar sesame teman. Metode Peer Teaching adalah seseorang atau beberapa orang peserta didikyang ditunjuk oleh guru sebagai pembantu guru dalam melakukan bimbingan terhadap kawan sekelas, tentunya siswa yang cerdas. Sering terjadi, peserta didik lebih mudah menerima keterangan yang diberikan oleh kawan yang lain karena tidak adanya rasa enggan atau malu bertanya, seperti yang disampaikan Widodo (1997 : 12) bahwa proses belajar tidak harus berasal dari guru, peserta didik bisa saling mengajar dengan peserta didik yang lainnya, Sehingga tujuan kebermaknaan pembelajaran dapat tercapai. Selain itu Metode peer Teaching dapat mempertinggi ikatan sosial pada diri peserta didik dalam kegiatan belajar. Teknik ini juga merupakan cara efektif untuk meningkatkan pencapaian akademik bagi tutor (si-anak cerdas), bermanfaat untuk pemecahan masalah, dan juga efektif dalam membantu mengembangkan kreatifitas, kemampuan memecahkan masalah, dan mempelajari konsep yang mendalam. (**(censored)** Semakin siswa cerdas mengajari teman-temannya, semakin mendalamlah pemahamannya.
Selamat mencoba….dan siswa yang pernah mengalami menjadi guru bagi temannya, akan semakin menyadari betapa tidak gampangnya untuk membuat temannya paham, tapi bisa.
==================================================
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan