Agus Amirudin

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

TRAFFIC LIGHT, KESADARAN DAN PELANGGARAN

Oleh : Agus Amirudin

Rabu, 16 September 2020

Tagur #Menulis 30 hari (Hari Ke-24)

Kecelakaan lalu lintas sering terjadi di banyak tempat dengan penyebab yang beragam, Pelanggaran lalu lintas menjadi pemicu banyak kecelakaan, salah satunya adalah menerobos lampu merah.

Di tempat yang tidak seberapa padat arus lalu lintasnya, traffic light menjadi ujian kedisiplinan dan kesadaran bagi pengguna jalan. Ketika perempatan lengang dari kendaraan, waktu 1 sampai 2 menit terasa begitu lama. Toleh kanan dan toleh kiri tidak ada polisi, maka meneroboslah satu dua kendaraan. Brodin, hanya bisa menarik napas panjang. Ingin mengikuti penerobos lampu merah itu tapi ingat pada pesan Ustadz Abdul Ghoni, “tata tertib dibuat untuk dipatuhi” begitu suara batinnya.

Ketika ada seseorang menerobos lampu merah, kemudian terjadi kecelakaan pasti banyak yang menyalahkan. Si penerobos memang salah, apapun alasannya. Hal seperti ini membuat orang kurang atau bahkan tidak simpati, tapi bagi korban tentu kasihan.

Yang sangat mengenaskan ketika Brodin melihat dengan mata dan kepalanya sendiri, ternyata penerobos lampu merah itu bukan hanya orang awam, tapi juga bapak-bapak pejabatpun ada yang melanggar. Hal itu diketahui dari seragam kantor dan plat nomor warna merah.

Penyebab penerobos lampu merah sangat banyak, beberapa diantaranya penulis tuliskan dengan harapan menjadikan sadar para pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas khususnya traffic light.

1. Kebiasaan. Tipe pelanggar ini hanya akan patuh karena ada polisi saja, jka polisi tidak ada dan merasa aman, dia akan menerjang lampu merah.

2. Tidak punya pendirian. Jika sekitarnya melanggar, tipe orang seperti ini juga ikut melanggar, kalau toh kena polisi temannya banyak. Alasan kebersamaan meski dalam kesalahan.

3. Kepentingan yang mendesak. Barangkali alasan ini paling banyak digunakan. Entah karena mengejar waktu, terburu-buru karena cuaca yang mendung dan seterusnya.

4. Egois, tidak peduli, dan cuek. Yang penting dirinya nyaman.

5. Tidak fokus. Penyebabnya yang sering terjadi karena sambil telephon atau asik ngobrol dengan teman.

Menerobos lampu merah adalah satu hal pelanggaran yang tidak bisa lepas dari perampasan hak orang lain. Masih sangat diperlukan penegakan aturan/pengawasan yang ketat dari petugas.. Kata kunci kedisplinan berlalu lintas adalah pendidikan yg membuahkan kesadaran dan ketaatan pada hukum yang berlaku. Jika Brodin saja sudah mulai sadar, kenapa masih tidak sedikit yang melanggar?

Semoga para pembaca tidak termasuk para penerobos lampu merah......

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post