KARAKTER PENGAWAL SUKSES GERAKAN LITERASI SEKOLAH
Tagur #Menulis 60 hari (Hari Ke-48)
#LombaMenulisOktober#
UPTD SDN Banyukapah 1 Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang merupakan sebuah lembaga yang ada di pelosok desa, dengan fasilitas sarana dan prasarana di bawah standar pelayanan minimal (SPM). Tiga ruang kelas, satu ruang guru, satu perpustakaan, dan satu kamar mandi untuk dimanfaatkan 126 siswa dan 11 GTK pada tahun pelajaran 2020/2021 ini. Tapi kondisi itu tidak mengurangi semangat dan tekad, untuk membangun negeri Indonesia tercinta tanpa menyalahkan keadaan.
Dari mana aura kebangkitan ini dimulai? Membuat dan menata sistem yang ada adalah kunci utama. Penulis melibatkan semua stakeholder untuk merealisasikan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 yakni melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, untuk menumbuhkan budi pekerti dan membangun karakter. Maka muncul program Gerakan Silaturrahim Produktif (GESIT) kepada tokoh masyarakat, agar sekolah ikut dirasakan dan dimiliki keberadaannya. Sementara siswa dan guru bersama tenaga kependidikan, mengawal gerakan literasi sekolah ini dengan konsep keteladanan. Guru kelas menjadi teladan utama di kelasnya masing-masing dibantu guru mata pelajaran, sebagai pegiat literasi. Guru menyiapkan buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan siswanya di pojok baca tiap kelas. Sangat sederhana, tapi bisa dan terbukti cukup efektif.
Pasca kegiatan pagi, upacara bendera di hari senin, baca Surat Yasin dan Surat Al Waqi’ah di hari Jum’at, dan senam pagi di hari selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu, dilanjutkan dengan pembiasaan (3M) membaca, mendengar, dan melihat selama 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran, dilanjutkan dengan menulis atau merangkum dan menceritakan di hari berikutnya. Setelah terbiasa dengan kegiatan literasi dasar ini, siswa termotivasi dan merasa butuh untuk membaca sebagai ilmu dan informasi yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk memudahkan siswa dan GTK dalam berliterasi, maka disepakati lima karakter sebagai kata kunci kesuksesan. Proses keberhasilan GLS, di SDN Banyukapah 1 yang dijiwai oleh 5 karakter pendukung, semakin dirasakan yaitu :
1. Bertakwa. Semua siswa di sekolah kami juga sebagai santri di beberapa madrasah diniyah. Awal tahun 2018 ketika penulis baru mutasi ke sekolah ini, hanya satu siswa yang biasa berbusana muslim, pada hal ketika mereka ke madrasah diniyah semua berbusana muslim. Maka agar siswa yang 100% muslim ini mempunyai mindset yang benar tentang beragama dan ber-Pancasila, disediakan buku-buku yang berkaitan. Saat ini, tanpa mewajibkan berbusana muslim, siswa sudah terbiasa dengan busana muslim tidak kurang dari 90%.
2. Disiplin. Dari buku-buku yang berhubungan dengan disiplin, siswa menjadi taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya dan menjadi tanggung jawabnya.Siswa terbiasa datang tepat waktu, berseragam, dan nilai positif lainnya.
3. Berani. Dari buku-buku yang berkaitan dengan kepahlawanan, siswa dibiasakan berani ambil peran dalam setiap kegiatan, berani mencoba, berani berpendapat dengan prinsip bersama kebenaran.
4. Komitmen. Menajamkan kepekaan sosial dan patuh pada kesepakatan bersama.
5. Peduli. Sikap siap membantu dan memperhatikan lingkungan baik makhluk hidup maupun kebersihan lingkungan. Jika ada yang kesulitan dibantu, ada yang sakit lebih tiga hari dikunjungi dan seterusnya
Sejujurnya, konsep dialogis literasi siswa maupun guru bisa dikaitkan dengan kalimat takwa yang besumber pada Ketuhanan Yang Maha Esa, sesuai dengan lingkungan masyarakat yang religius. Dari hal ini diperlukan literasi sekolah plus pemahaman agama yang lebih bagi guru, dengan memanfaatkan waktu pasca siswa pulang. Sementara untuk karakter disiplin, berani, komitmen dan peduli untuk memudahkan dalam praktek keseharian siswa.
Selain uraian singkat di atas, penulis sebagai Kepala Sekolah senantiasa memberikan teladan dari semua gerakan literasi sekolah. Saat ini, setelah penulis terbiasa menulis tiap hari, lebih dari 30 hari di blog gurusiana, maka semua GTK di SDN Banyukapah 1 sudah menjadi anggota di blog guru terbesar di Indonesia ini. Dengan sistem yang baik, maka semua permasalahan akan bisa diselesaikan. Visi sekolah MemBangun Anak Negeri Yang Unggul, Kreatif, Aktif, Pandai, Agamis, dan Humanis bukan sekedar impian melalui gerakan literasi sekolah.
Sampang, 10 Oktober 2020
Profil Penulis :
Agus Amirudin, S.Pd. Lahir di Trenggalek, 24 Agustus 1974. Mengabdi sebagai guru sejak 1 Juli 1997 di Kabupaten Sampang, Madura. Saat ini mendapat amanah sebagai Kepala Sekolah di UPTD SDN Banyukapah 1 Kedungdung. Penulis dapat dihubungi di **(censored)**, Email : **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan