Agus Amirudin

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

RUMAH MEWAH

Wiwik kuliah di ibu kota propinsi yang cukup jauh dari tempat tinggalnya. Agar bisa diterima oleh teman-temannya, maka gaya hidupnya harus disesuaikan. Baju, handphone, tas, dan semua penampakan sama. Bahkan cara bicarapun Wiwik juga berusaha untuk mengikuti trend terkini. Dia juga tidak segan-segan memberikan alamat rumahnya. “Pokoknya kalau loe ke Madura, jangan lupa mampir rumah gue”, tantang Wiwik. Nanti kalau sudah sampai di Polres Sampang, atau Pendopo Bupati Sampang, tinggal Tanya rumah Haji Manan, atau tidak perlu tanya, langsung cari rumah paling mewah di sekitar pendopo Bupati, pasti ketemu.

Melihat perubahan Wiwik, ibunya menasehatinya agar sebagai remaja perempuan, tampil sederhana dan apa adanya. Dulu, masih ada neneknya, Wiwik memang dimanja sebagai cucu perempuan satu-satunya. Tapi nasehat itu, masuk ke telinga kanan keluar lewat telinga kirinya. Akhirnya meski terpaksa, ibunya harus mencari hutangan agar kelak kuliahnya bisa lulus dan menjadi orang yang sukses.

Ketika liburan semester, Hesti teman Wiwik menelephone bahwa hari minggu ini dia dan teman-temannya rombongan satu mobil akan wisata ke Pantai Camplong di Kabupaten Sampang. “Sekalian jalan aku dan teman-teman akan mampir di rumahmu, ya?” Kata Hesti kepada Wiwik. Wiwik bingung…, akhirnya dia memutuskan akan membuat alasan yang masuk akal, agar teman-temannya tidak jadi mampir di rumahnya. Hari minggu pagi, Wiwik telephone balik ke Hesti. “Maaf Hesti…aku seneng banget teman-teman mau mampir ke rumahku, tapi barusan nenekku meninggal, jadi ndak usah mampir ya?” kata Wiwik.

Hesti dan teman-temannya, karena rencana terlanjur matang akhirnya tetap berangkat wisata ke Pantai Camplong. Di mobil mereka musyawarah. Dari musyawarah itu diputuskan, Hesti dan teman-temannya justru memastikan mampir ke rumah Wiwik untuk ikut berbela sungkawa. Sampai di dekat pendopo Bupati, tanpa Tanya Hesti menuju ke rumah paling mewah di barat pendopo. “Maaf nak ini bukan rumah Wiwik atau Haji Manan”, jawab seseorang yang keluar menghampiri Hesti. Silahkan adik jalan lurus ke barat, nanti belok kiri. Sesampainya di rumah yang ditunjuk oleh penunjuk jalan, Hesti dan teman-temannya terbelalak, ternyata rumah Wiwik bukan rumah mewah seperti yang digambarkan oleh teman-temannya selama ini, tapi Wiwik jujur bahwa rumahnya memang mewah alias mepet sawah……..

Oleh : Agus Amirudin

Senin, 5 Oktober 2020

Tagur #Menulis 60 hari (Hari Ke-43)

===========================================

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post