SISI LAIN PADA UJI COBA PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS (1)
ADAT DIISI, JANJI DILABUH
Seperti dua tulisan terakhir penulis, bahwa pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas dengan 6 protokol kesehatan, telah sukses dijalankan. Ada catatan kecil yang perlu dijadikan pelajaran, agar tidak terjadi kontra produktif dalam mengawal suatu kebijakan. Telah dipahami bersama bahwa pandemi Covid-19 adalah musibah atau ujian, yang tentu tidak biasa dan perlu penyikapan yang tidak biasa pula.
Peribahasa mengatakan “adat diisi janji dilabuh” artinya adat harus dijalankan, persetujuan harus ditepati. Lembaga pendidikan sebagai ujung tombak dalam menterjemahkan kebijakan pemerintah, kususnya dinas pendidikan harus mampu memadukan peribahasa di atas.
1. Budaya baik “bersalaman”.
Bersalaman pasca mengucapkan salam, merupakan hal yang sangat mulia dan sudah mendarah daging, khususnya antara siswa dengan guru. Selama uji coba pembelajaran di masa pandemi ini harus tidak dilakukan. Prinsip physical distancing demi keselamatan bersama harus lebih diutamakan, karena itu meski keinginan untuk bersalaman dengan para siswa atau untuk memeluk, harus ditahan dan digantikan dengan bahasa verbal.
2. Budaya baik bermain bersama
Dunia anak adalah dunia bermain, dan bermain tentunya perlu teman. Inilah tantangan berat dalam menghadapi uji coba pembelajaran tatap muka ini. Guru harus mampu mendekatkan siswa secara emosi, meskipun fisik mesti dibatasi.
3. Budaya berkegiatan pagi bersama
Pada umumnya setiap pagi sebelum masuk kelas, selalu ada kegiatan untuk penyemangat dan penyegar suasana menyambut kegiatan belajar dan mengajar. Misalnya : upacara bendera, apel pagi, senam pagi, dan do’a bersama. Dalam uji coba ini, begitu siswa datang langsung masuk ke kelas (tentu setelah pemeriksaan suhu dan cuci tangan). Guru bisa menggantikan kegiatan pagi ini, meski tidak sebermakna ketika di lapangan. Misalnya, dengan do’a bersama dan menyanyikan lagu-lagu nasional di dalam kelas, juga dengan yel-yel yang tidak menyebabkan aktifitas fisik berlebihan.
4. Budaya berjualan para pedagang kecil di sekitar sekolah
Komunikasi ekstra baik, harus mampu dilakukan oleh pihak sekolah dengan para pedagang yang sudah menjadikan lahan mata pencaharian di sekitar satuan pendidikan.
Kata kunci untuk mengawal kebijakan “protokol kesehatan” pada uji coba pembelajaran tatap muka terbatas ini adalah komunikasi efektif dengan semua pihak.
Oleh : Agus Amirudin
Sabtu, 17 Oktober 2020
Tagur #Menulis 60 hari (Hari Ke-55)
============================================
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan