SUKSES PARADIGMA BARU
Setiap manusia adalah makhluk yang unik, yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Mempunyai 5 anak kandung, maka akan menemukan lima keunikan. Demikian juga ketika seorang guru mempunyai 30 siswa, maka guru akan menemukan 30 keunikan. Siapa siswa yang sukses? Masyarakat kita umumnya, menganggap siswa yang sukses itu yang mempunyai nilai tertinggi di kelas, langganan meraih prestasi atau selalu menang dalam perlombaan.
Setiap anak bisa sukses. Setiap anak mempunyai spesialisasi di bidangnya masing-masing. Tantangan berat bagi para guru, orang tua, dan semua pemangku kepentingan di dunia pendidikan untuk mengetahui sedini mungkin bakat terpendam atau kecerdasan yang dimiliki setiap siswa untuk kemudian dimaksimalkan potensinya. Jadi, tidak mungkin diadakan lomba renang jika pesertanya gajah, ikan, ayam, kucing, dan burung. Demikian juga tidak perlu ada lomba terbang jika pesertanya gajah, ikan, ayam, kucing, dan burung. Kenapa? Karena pemenangnya sudah jelas.
Sebagai guru dan atau orang tua, hendaknya memaksimalkan semua sisi kecerdasan anak. Akan tetapi jika sudah diketahui seorang anak cerdas di bidang tertentu, maka bidang itulah yang dijadikan pedoman untuk menggenjot kesuksesannya. Tokoh pendidikan sekaligus psikolog yang mencetus teori kecerdasan majemuk atau multiple intelligences Howard Earl Gardner dari Amerika berpendapat, ada sembilan tipe kecerdasan pada manusia yang sangat mungkin untuk dikuasai bila diasah dengan baik. Menurutnya, kecerdasan tak hanya bisa diukur melalui ukuran nilai akademik. Setiap orang bisa memiliki kecerdasan yang majemuk, yakni kecerdasan intelektual (IQ) maupun kecerdasan emosional (EQ).
Berikut 9 jenis kecerdasan majemuk manusia, menurut Howard Earl Gardner :
1. Kecerdasan linguistik Ditunjukkan dengan kemampuan menggunakan kata-kata dengan efektif dan menguasai bahasa, baik secara lisan maupun tulisan. Kemampuan seperti ini pada umumnya akan dimiliki oleh mereka yang bekerja di media, pembicara, atau seorang penulis.
2. Kecerdasan logika-matematika Keterampilan berhitung, berpikir logis, serta pemecahan masalah matematika. Kecerdasan logika dan matematika pada umumnya dimiliki oleh seorang akuntan, ahli mesin, dan yang sejenisnya.
3. Kecerdasan kinestetik Berkaitan dengan aktivitas fisik, seperti penguasaan gerakan olahraga dan menari. Kemampuan seperti ini pada umumnya akan dimiliki oleh para atlet, pengrajin, penari, dan yang sejenisnya.
4. Kecerdasan spasial Kemampuan menerjemahkan pikiran atau imajinasi ke dalam bentuk visual. Serta mempunyai daya imajinasi secara tepat. Kecerdasan seperti ini pada umumnya akan dimiliki oleh seorang pematung, pelukis, dan yang sejenisnya
5. Kecerdasan musikal Kepekaan terhadap nada, irama, ritme musik. Termasuk kemampuan untuk bernyayi, bersenandung, atau berekspresi menggunakan alat musik. Pada umumnya, kecerdasan musikal akan dimiliki oleh mereka yang bekerja sebagai pemusik, dirigen, komposer, dan berbagai bidang lainnya yang berhubungan dengan musik itu sendiri
6. Kecerdasan eksistensial Keingintahuan tinggi tentang arti kehidupan, kematian dan realitas hidup. Kemampuan seperti ini pada umumnya akan dimiliki oleh para psikolog.
7. Kecerdasan naturalis Kemampuan mengenali alam sekitar dan peduli dengan sesama makhluk hidup. Kecerdasan yang seperti ini pada umumnya akan dimiliki oleh para ahli biologi, dan juga pecinta flora dan fauna
8. Kecerdasan interpersonal Kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Ditandai dengan kemampuan beradaptasi, bekerja sama, berelasi dengan lingkungan teman sebaya dan orang di sekitarnya. Pada umumnya kemampuan ini akan dimiliki oleh mereka yang bekerja di bidang sosial, pelayanan masyarakat, dan yang sejenisnya
9. Kecerdasan intrapersonal Kemampuan memahami diri sendiri dengan baik. Tidak mudah patah semangat, gigih berusaha, dan tidak minder. Misalnya ketika mengikuti perlombaan atau tampil depan umum. Yang memiliki kecerdasan ini sangat tepat menjadi seorang motivator
Sudahkah anda mengetahui jenis kecerdasan anda, anak anda, dan atau siswa anda? Jangan sampai memaksa diri mengajari ikan memanjat pohon. Tidak mungkin sukses. Capek!!!
Oleh : Agus Amirudin
Rabu, 7 Oktober 2020
Tagur #Menulis 60 hari (Hari Ke-45)
======================================================
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan