Guru Merdeka Berkarya Dalam Bingkai Indonesia
Lomba Menulis Hari Guru Nasional
Tema : Guru Indonesia Merdeka Berkarya
Penulis : Agus Amirudin, S.Pd
Senin, 9 November 2020
#Tagur Menulis Ke-78#
Judul : Guru Merdeka Berkarya Dalam Bingkai Indonesia
Karikatur Nabi Muhammad Saw di majalah “Charli Hebdo” di Perancis telah banyak makan korban. Pada tanggal 16 Oktober 2020, Samuel Paty seorang guru sejarah dibunuh muridnya sendiri karena memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad di majalah itu dengan tema kemerdekaan berpendapat dan berekspresi. Tanggal 29 Oktober 2020 juga terjadi penyerangan di Nice Perancis, dengan korban tiga orang. Jauh hari sebelumnya, pada tanggal 7 Januari 2015 juga terjadi insiden penembakan di kantor majalan Charli Hebdo itu dengan korban 12 orang. Selain korban di atas, sangat banyak demonstrasi di berbagai negara yang menghujat kasus karikatur Nabi Muhammad Saw itu. Kasus yang berpusat di Perancis ini, hendaknya menjadi pelajaran semua pihak, khususnya di Indonesia dalam memaknai kemerdekaan dalam berkarya.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata merdeka mempunyai tiga arti yaitu: pertama bermakna bebas (dari penghambaan, penjajahan dan sebagainya), berdiri sendiri. Kedua bermakna tidak terkena atau lepas dari tuntutan. Ketiga bermakna tidak terikat tergantung pihak tertentu, leluasa (dapat berbuat sekehendak hatinya).
Dari uraian di atas penulis memaknai merdeka berkarya sebagai warga negara Indonesia adalah bebas untuk bertindak, berekspresi, dan berpendapat untuk dituangkan dalam karya sesuai dengan norma-norma yang berlaku di Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia 1945. Bukan bebas tanpa batas seperti yang terjadi pada majalah Charli Hebdo di Perancis.
Ketika anda seorang guru kemudian diminta berkarya, apa tanggapan anda? Jika anda menjawab sebagai kebutuhan, hobbi atau hal yang menyenangkan, maka anda berada di jalan yang tepat. Pada saatnya anda akan mendapatkan kesuksesan dan akan membuat sukses murid-murid anda. Jika anda menjawab sebagai tantangan, maka kesuksesan akan mengejar anda. Tapi jika anda menjawab berkarya sebagai sebuah beban berat atau kesulitan, maka anda sebagai seorang guru harus segera mencari yang salah dari diri anda. Jangan-jangan fisik anda sebagai guru, tapi ruh dan jiwa anda ada di dunia lain.
Berkarya sebuah kemestian, bukan hanya bagi guru akan tetapi bagi semua profesi. Ketika seorang guru akan melaksanakan proses pembelajaran, maka diperlukan perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran itu antara lain silabus, kalender akademik, rincian pekan efektif, program tahunan (Prota), program semester (Promes), rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), buku absen, buku jurnal, buku penilaian, bundel portofolio, bank soal, dan media pembelajaran. Semua persiapan pembelajaran itu merupakan karya seorang guru dan bukti sederhana bahwa berkarya merupakan kebutukan sebagai seorang guru yang profesional. Meski saat ini seiring dengan perkembangan teknologi, semua perangkat itu tinggal download dan copy paste saja, akan tetapi tetap perlu penyesuaian dengan situasi dan kondisi di masing-masing sekolah.
Guru merupakan salah satu faktor yang sangat strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang meletakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik secara maksimal. Karena itu hari guru nasional (HGN) tahun 2020 ini, hendaknya dijadikan momentum perbaikan bagi pemangku pendidikan di semua tingkatan, agar guru merdeka berkarya untuk menyongsong Indonesia emas tahun 2045. 25 tahun bukan waktu yang lama untuk memberi warna baru Indonesia, dan saat ini calon-calon pelaku pengelola bangsa itu adalah anak-anak kita, baik anak biologis maupun anak didik idiologis kita.
Guru yang berjiwa pejuang pengisi kemerdekaan, tidak harus muncul di pentas-pentas besar, tapi kehadirannya dirasakan dan dibutuhkan oleh semua anak bangsa yang mendambakan agar negeri Indonesia ini lebih baik. Guru harus mampu memberikan energi dan optimisme kepada semua peserta didik khususnya dan masyarakat pada umumnya, apalagi ketika krisis melanda negeri ini di berbagai bidang kehidupan. Semoga semua guru Indonesia senantiasa kreatif dan inovatif untuk produktif dalam berkarya, dan menjadi jantung pemompa generasi bangsa untuk menyongsong Indonesia emas 2045.
Profil Penulis : Agus Amirudin, S.Pd, lahir di Trenggalek 24 Agustus 1974. Alumni IKIP Surabaya jurusan guru kelas D-2 PGSD.lulus tahun 1995. Dan alumni S-1 Jurusan PMPKn Universitas Wisnuwardhana Malang, lulus tahun 2002.
Saat ini mendapat amanah sebagai kepala sekolah di UPTD SDN Banyukapah 1 Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang, setelah mutasi dari SDN Jelgung 2 Robatal, dan SDN Tragih 1 Robatal dalam jabatan sebagai kepala sekolah di kabupaten yang sama.
Penulis bisa dihubungi di WA **(censored)**, atau melalui email **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan