Agus Amirudin

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

PENYAKIT GURU

Pada suatu hari, ada siswa kritis yang berbisik kepada gurunya yang dipercaya. “Pak Guru, kenapa ya Bapak X itu kok sering datang terlambat?” Tanya siswa kritis. Sebuah bisikan yang menampar muka. Sebagai sesama pendidik, Pak guru bijak menjawab dengat sangat hati-hati. “Begini nak, Bapak X masih harus mengambil titipan bapak dan ibu guru yang lain”. Tapi… kok setiap hari yang lambat? Begitulah sepenggal kisah di pagi hari di suatu sekolah. Bukan di sini… tapi di sana.

Artikel ini bertujuan untuk memperbaiki dunia pendidikan dari ujung tombaknya, yaitu guru. Jika sebagai guru senantiasa berinstrospeksi, maka semangat untuk lebih baik itu begitu dekat. Dan pada artikel ini hanya mengungkap 2 penyakit guru, yaitu Kudis (kurang disiplin) dan Kurap (kurang rapi), dan alternatif pemecahannya.

1. Guru Kudis (Kurang Disiplin) dan alternatif pemecahannya

Disiplin Adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan tata tertib, melaksanakan apa yang telah disetujui bersama antara pimpinan dengan para pekerja baik persetujuan tertulis, lisan ataupun berupa peraturan-peraturan dan kebiasaan-kebiasaan (brainly.co.id). Jika siswa yang kurang disiplin, maka guru akan mudah mengontrolnya. Bagaimana jika gurunya yang kurang disiplin? Ruwet, itulah jawabnya. Karena pada hakekatnya seorang guru harus memberikan contoh nyata dalam semua hal, dan karakter (termasuk disiplin) bukan hal yang bersifat teoritis.

Tiada jalan lain bagi guru yang kurang disiplin kecuali segera sadar, baik sadar dari dirinya sendiri atau sadar yang dipaksakan pihak lain, lewat kepala sekolah misalnya, atau lewat sistem yang telah ada (PP No.53 tahun 2010). Harapannya guru mempunyai rasa malu jika datang terlambat, malu jika tidak membuat persiapan pembelajaran dan seterusnya.

2. Guru Kurap (Kurang Rapi) dan alternatif pemecahannya

Sadar atau tidak, guru adalah pusat perhatian murid di kelas. Dari ujung kaki sampai ujung rambut dan dari penampilan luar hingga dalam. Mereka memperhatikan detail seorang guru, sehingga hal itu menjadi salah satu alasan sikap penerimaan mereka. Penampilan ideal bagi seorang guru adalah penampilan yang sederhana tetapi rapi.

Penampilan luar bisa menjadi kesan pertama bagi seorang siswa. Jadi, sebelum masuk kelas sangat dianjurkan bagi guru memeriksa kondisi fisik, baju, dan seterusnya. Barangkali kurang rapi, meski tidak berlebihan juga.

Semoga anda yang membaca artikel ini, tidal termasuk dalam kategori guru yang berpenyakit Kudis dan Kurap. Jika termasuk di dalamnya, semoga menjadi pengingat untuk segera berbenah menjadi lebih baik dengan kesadaran, meski untuk menyadarkan ada saatnya lewat mekanisme sistem “paksaan”.

Oleh : Agus Amirudin

Senin, 23 November 2020

#Tagur Menulis Ke-92#

============================================

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post