Agus Amirudin

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

WASPADA DENGAN GURU KUMAN

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 menyebutkan guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama, mendiidk, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Artinya, guru adalah profesi yang sangat berepengaruh dalam membentuk dan mencetak generasi bangsa. Tapi, bagaimanapun baiknya guru tetaplah manusia biasa, yang tidak akan lepas dari kekurangan, salah, dan dosa.

Salah satu kekurangan guru itu adalah guru “kuman”, yaitu guru yang kurang iman dan kurang amanah.

1. Akibat guru “kuman” (kurang iman) dan alternatif pemecahannya

Guru yang kurang iman mudah berkeluh kesah dan reaktif dalam menghadapi permasalahan. Pada hal, ketika guru (apalagi guru kelas yang notabene lebih berat tanggung jawabnya) mempunyai siswa 30 anak, maka si-guru akan menghadapi 30 sifat dan karakter yang berbeda. Guru mempunyai kewajiban untuk mendidik dan mengajar siswa, tapi semua itu hanyalah sebagai ikhtiar. Siapa yang membuat siswa paham? Siapa yang membuat siswa pintar? Siapa yang membuat siswa dapat sukses meraih cita-citanya? Guru yang kurang iman, akan menganggap bahwa gurulah penentunya. Terlalu banyak contoh, bahwa seseorang yang sukses di berbagai bidang kehidupan ternyata bukan berasal dari siswa-siswa yang pintar. Karena itu, hendaknya seorang guru harus berusaha dengan maksimal untuk mendidik, mengajar, dan melatih keterampilan, akan tetapi persepsi dan keyakinan bahwa siswa itu nantinya paham dan sukses adalah urusan ghaib, urusan Tuhan Yang Maha Kuasa. Guru yang beriman akan menghadapi keunikan siswanya dengan sabar dan lapang dada. Guru bersikap tegas, tapi bukan keras. Dan yang tidak kalah penting guru yang beriman, akan mendo’akan siswanya seperti mendo’akan anak kandungnya.

2. Akibat guru “kuman” (kurang amanah) dan alternatif pemecahannya

Betapa banyak guru yang masuk ke kelas sekedar menggugurkan kewajibannya, karena takut pada aturan dan atasan. Maka, ketika di kelas bukan mengajar dengan baik sesuai dengan tupoksinya, akan tetapi asal mengajar. Siswa adalah amanah dari para orang tua siswa yang mempercayakan kepada sekolah, dan sekolah menerima amanah itu lewat sosok guru. Tidak bisa di pungkiri lagi bahwa guru adalah aktor utama dalam jalannya proses pendidikan, di tangannya masa depan digambarkan, di tangannya pula sifat dan karakteristik siswa dapat terbentuk, maka menjadi guru adalah amanah yang sangat mulia, karena bisa memberi manfaat terhadap kelangsungan masa depan seseorang, ilmu yang diberi dan dibekali guru di bangku sekolah akan selalu berguna dimanapun dan kapanpun.

Semoga karakter guru yang kurang iman dan kurang amanah itu, bisa kita hindari.

Oleh : Agus Amirudin

Ahad, 22 November 2020

#Tagur Menulis Ke-91#

============================================

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post