Agus Amirudin

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

ANTARA MUSLIM DAN MUKMIN

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dari sensus penduduk tahun 2010, jumlah umat Islam di Indonesia adalah 82,7% atau setara dengan 207,2 juta jiwa. Sebuah angka yang sangat besar, baik secara prosentase maupun banyaknya jiwa. Tapi kenyataan menunjukkan, siapa yang menguasai negeri ini secara hukum, politik, ekonomi dan seterusnya? Sudahkah berpihak pada kepentingan umat Islam?

Fakta (mohon ma’af tanpa survey) menunjukkan banyak yang ber-KTP Islam, ternyata belum melaksanakan bahkan belum mengetahui tentang agama Islam itu sendiri. Sebagiannya hanya melaksanakan ibadah ritual semata, seperti sholat, zakat, puasa dan haji. Bagian yang paling kecil, selain melaksanakan ibadah ritual, mereka sudah mengupayakan memasukkan nilai-nilai Islam ke beberapa bidang kehidupan, seperti ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya. Sehingga layaklah jika, umat Islam (khususnya di Indonesia) hanya besar prosentase dan jiwanya tetapi minim peran sertanya dalam pembangunan di Indonesia. Kenapa? Karena mayoritas dari umat Islam ini masih muslim saja belum sampai mukmin.

Allah Swt berfirman : “Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah Islam', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu.” (QS. Al-Hujurat: 14)

Sementara Allah swt akan memberikan nilai plus pada orang muslim jika sudah beriman (mukmin). Beberapa ayat Al Qur’an di bawah ini menunjukkan syarat sebagai mukmin.

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman (mukminin).” (QS. Ali-Imran: 139)

Jika orang yang muslim itu telah beriman (dengan benar) tentu tiada satu umatpun menguasai mereka, berdasarkan firman Allah Swt;

"Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk (menguasai) orang-orang yang beriman (mukminin).”(QS. An-Nisa’: 141)

Andaikan mereka beriman tentu Allah akan bersama mereka dalam segala kondisi, berdasarkan firman Allah Swt; "Dan sesunguhnya Allah bersama orang-orang yang beriman.”.(QS. Al-Anfal: 19)

Namun mereka masih level muslimin, belum meningkat hingga level mukminin, Allah Swt berfirman;

“Dan kebanyakan mereka tidak beriman.” (QS. Asy-Syu’ara: 8)

Lantas siapakah orang beriman?

"Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang mengembara (demi ilmu dan agama), yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mu'min itu.(QS. At-Taubah: 112)

Semoga saudaraku yang muslim segera meningkat menjadi muslim yang mukmin, sehingga mampu berkontribusi lebih besar lagi untuk membangun Indonesia di bawah ridho Ilahi.

Oleh : Agus Amirudin

Ahad, 20 Desember 2020

#Tagur Menulis Ke-119#

=======================================

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post