HUKUM RIMBA KELUARGA BRODIN
Pada jaman dahulu hiduplah keluarga unik Kakek “Brodin”, yang terdiri dari kakek, nenek, bapak, ibu, kakak dan adik. Mereka hidup merdeka setelah beberapa keluarga yang lebih kuat mengatur dan memaksakan kehendak mengikuti iramanya. Keluarga Jepun adalah keluarga terakhir yang sengaja memberikan kemerdekaan kepada keluarga Kakek Brodin. Keluarga Jepun paham betul kemampuan bekas budaknya. Meski kekayaan alamnya melimpah, tapi kebodohan dan karakternya tidak mendukung untuk mengelolanya, dan pada akhirnya akan minta tolong juga kepada Keluarga Jepun. Kakek Brodin sebagai penguasa utama di keluarga itu, bukanlah orang baik-baik yang mempunyai cita-cita paripurna untuk melindungi segenap keluarga, apalagi mencerdaskan kehidupan keluarganya.
Pada suatu hari Kakek Brodin marah besar, karena buah pisang yang ditanamnya telah ditebang Kakak Brodin. Dengan kekuasaannya Kakek Brodin mengumpulkan semua anggota keluarga untuk menegakkan hukum. “Kalian semuanya telah tahu, bahwa yang menebang pisang adalah Kakak Brodin, maka demi tegaknya hukum dan keadilan aku akan menghukum pancung kepada Kakak Brodin” tegas Kakek. Semua diam seribu bahasa, karena takut ikut mendapat hukuman. “Sebelum hukuman aku lakukan, katakana apa permintaan terakhirmu?” Begini Kakek, aku menebang pohon pisang itu karena diperintah oleh Bapak, karena itu Bapak juga harus dihukum. Oooo…betul, berarti Bapak Brodin jugahaus dihukum pancung. Bapak Brodin kaget. Bukan aku kakek, tapi aku diminta oleh adik Brodin yang menangis minta pisang yang masak dipohonnya. Hehehe….artinya Adik Brodin juga harus dihukum pancung.
Adik Brodin akhirnya juga bicara. “Aku ndak apa-apa dihukum pancung kakek, tapi aku juga menuntut agar ibu juga dihukum, karena telah melahirkan aku”. Permintaan adik Brodin juga dikabulkan. Ibu Brodin akhirnya juga menuntut agar nenek Brodin juga dihukum dengan alasan yang sama. Nenek Brodin juga minta keadilan. “Kakek Brodin, aku ke tempat ini karena kau yang ajak karena itu aku juga minta agar Kakek juga dihukum”.
Brodin sebagai anggota keluarga yang paling beruntung, akhirnya juga bingung. “Kalau semua akan dihukum, aku juga minta dihukum kakek, karena aku juga hidup di dekat pohon pisang” Kata Brodin.
Begitulah kisah hukum rimba keluarga Brodin. Semua bisa dianggap salah, karena alasan bisa dicari. Penegak hukumnya dan yang dihukum pada dasarnya sama Sama benarnya dan sama salahnya, tergantung Keluarga Jepun karena sebenarnya dialah yang mengatur…..kasihan.
Oleh : Agus Amirudin
Sabtu, 5 Desember 2020
#Tagur Menulis Ke-104#
=======================================
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan