KISAH PILPRES RAJA HUTAN TERKINI
Alkisah, pada jaman dahulu Raja Hutan adalah Harimau. Fisiknya paling kuat, paling ditakuti dan semua perintahnya mesti diikuti oleh semua binatang yang ada di hutan, dengan suka atau tidak suka. Dalam setiap pertarungan Harimau selalu menjadi pemenang. Harimau putih, Harimau coklat, dan Harimau hitam secara turun temurun berkuasa.
Singa sebagai binatang kuat, meski kalah dengan harimau, mencari akal agar sebutan raja hutan bergeser kepadanya. Berkumpullah singa-singa di seluruh pelosok hutan. Mereka bermusyawarah untuk merebut kekuasaan dari raja hutan harimau. Singa Barbary, angkat bicara. “Saudara-saudara sudah lama kita hidup bersama di hutan sebagai bawahan, pada hal kita lebih layak untuk mendapatkan gelar raja hutan”, Ungkap Singa Barbary yang disambut teriakan dukungan oleh para singa dari berbagai penjuru hutan. Untuk dapat mengalahkan harimau, mereka bermusyawarah mencari titik lemahnya dan akhirnya menyepakati politik devide et impera, karena para singa tahu kelemahan harimau adalah bangga dengan dirinya sendiri atau kelompoknya saja.
Pada suatu hari singa datang kepada harimau hitam untuk memulai aksinya. Singa menyampaikan pesan. “Wahai Harimau hitam, sebetulnya kaulah yang lebih layak untuk menjadi raja hutan bukan yang lain, kau lebih kuat dan kau lebih gagah. Kami bangsa singa, akan memberi dukungan penuh jika kau mau merebut kekuasaan dari Harimau putih”. Harimau hitam merasa mendapat dukungan singa, menjadi lebih percaya diri. Terjadilah pertarungan antara Harimau hitam dan Harimau putih. Bangsa Singa ikut melihat langsung pertarungan itu, sementara si Harimau coklat tidak peduli dengan pertarungan dua kelompok Harimau itu. Harimau coklat hanya berpikir, “Siapapun yang menang, aku tetap ikut berkuasa”. Pertarungan berakhir, dan Harimau hitam sukses merebut kekuasaan.
Langkah Singa berikutnya adalah membagi singa dalam dua kelompok. Kelompok pertama membisiki Harimau hitam sang Raja hutan baru, dan kelompok kedua berbaur dengan Harimau coklat agar mau merebut kekuasaan dari Harimau hitam. Tidak perlu waktu lama, terjadilah pertarungan antara Harimau hitam dengan Harimau coklat. Harimau coklat sebagai raja hutan yang baru.
Dengan modal pendidikan yang lebih mapan, Singa bersatu bersiap melawan Harimau coklat yang sombong. Terjadilah duel antara Harimau coklat dengan Singa Barbary. Dalam beberapa ronde, singa Barbary mulai terdesak. Tiba-tiba kawanan singa yang lain menyerang bersama-sama. Tamatlah riwayat si Harimau coklat sebagai raja hutan, sehingga sebutan raja hutan berpindah kepada singa. Mulai saat itu mahkota kebesaran pindah dari harimau kepada Singa.
Singa sebagai raja hutan, sebetulnya dia takut kepada kekuatan Harimau, karena itu setiap menghadapi pilpres hutan, ilmu devide et impera ini selalu menjadi kunci kemenangan singa yang sampai saat ini terus berkuasa. Pesan Singa,” Jangan bangunkan harimau yang sedang enak tidur, biarlah dia hidup dengan tenang di kebun binatang menjadi tontonan manusia”.
Oleh : Agus Amirudin
Jum’at, 18 Desember 2020
#Tagur Menulis Ke-117#
=======================================
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan