Agus Amirudin

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

ORANG CERDAS SAMBUT TAHUN BARU

Pada dasarnya waktu sama saja, bergulirnya dari detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, sampai tahun. Tahun baru ataupun tahun lama tidak berbeda. Meski demikian, tidak ada salahnya jika seseorang menjadikan hari tertentu, termasuk tahun baru sebagai momentum untuk mengevaluasi diri atau muhasabah.

Memang banyak cara dalam menyambut tahun baru, dari yang berpesta ria penuh kemaksiatan sampai yang menangisi diri atas kealfaan dan dosa selama ini. Di sinilah saya ingin berbagi.

Ada seorang teman karib yang cukup mengesankan dalam memperingati tahun baru. Dia anak muda yang alim, ibadahnya sangat banyak, sikapnya kepada semua orang juga sangat baik. Dia tidak kumpul dengan banyak orang, bahkan cenderung mengurung diri. Dia mencari tempat yang sepi agar tidak mengganggu orang lain. Kadang di masjid, kadang di makam, atau di kamar pribadinya.

Teman karib ini, menangis terisak-isak tertahan, agar tidak diketahui orang lain. Meski disembunyikan, saya tahu dengan kebiasaan ini. Awalnya saya sangat kaget dan heran dengan tangisan teman karib ini, bahkan sempat menduga kalau teman karib ini telah berbuat dosa besar dan bertaubat nasuha sehingga tangisannya tidak biasa. Namun, ternyata dugaan itu salah.

Ketika dalam situasi yang nyaman, akhirnya teman karib ini menjelaskan dengan bahasa yang sangat sederhana. ” Aku menangis karena banyak hal. Ibadahku tidak ada jaminan di terima Allah Swt, sementara dosa-dosaku terus bertambah dari waktu ke waktu. Rasa syukurku begitu besar, karena aku masih diberi waktu untuk terus memperbaiki diri. Dan satu hal yang paling aku takutkan adalah tidak ada jaminan akhir kehidupanku khusnul khatimah……” Kata teman karib dengan air mata yang mulai berlinang di pipinya.

Tolong dipesankan kepada saya dan teman-teman, apa yang perlu dilakukan dalam menyambut setiap tahun baru. Teman karib menjawab, ini bukan jawabanku, tapi aku mengambil dari salah satu pesan Rasulullah Saw, jadilah kalian orang yang cerdas, bukan menjadi orang dungu seperti sabda nabi "Orang yang cerdas adalah yang menekan nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian, sedangkan orang dungu adalah yang mengikuti hawa nafsunya dan mengangankan kepada Allah berbagai angan-angan."

Semoga saya dan teman-teman menjadi orang yang cerdas dalam memasuki tahun baru 2021.

Oleh : Agus Amirudin

Kamis, 31 Desember 2020

#Tagur Menulis Ke-130#

===================================

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post