RASA MEMILIKI (SENSE OF BELONGING)
Kesuksesan sebuah lembaga, sekolah, organisasi, yayasan, perusahaan, dan sejenisnya dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang sangat penting adalah rasa memiliki atau sense of belonging. Sense of belonging adalah suatu keadaan di mana seseorang merasa memiliki sesuatu , sehingga dengan rasa memiliki itu seseorang dengan sepenuh hati akan menjaga, melindungi, peduli, dan mencintai sesuatu itu.
Rasa memiliki adalah hasil kombinasi dari kesadaran, komitmen, respek, dan sedikit rasa "posesif" (dalam konteks positif, misalnya lewat dedikasi dan sikap kompetitif). Pada takaran dan pemahaman yang tepat, "rasa memiliki" bisa "naik kelas" menjadi "rasa cinta", dan pendorong ampuh untuk terus melangkah maju, baik secara pribadi maupun kolektif. Tapi, jika "rasa memiliki" hanya dipahami secara parsial, dampaknya justru akan merusak. Karena, akan muncul perasaan "saya lebih berhak, sementara yang lain tidak peduli”
Ada beberapa faktor pembentuk rasa memiliki atau sense of belonging dalam diri seseorang terhadap organisasinya, yaitu :
1. Visi, misi, dan tujuan
Visi, misi, dan tujuan adalah akar yang paling dasar dalam menopang organisasi. Hal ini harus dipahami dan tertanam kuat pada seluruh elemen organisasi. Dengan visi, misi dan tujuan secara konsisten akan membuat SDM memiliki pemahaman yang utuh tentang mengapa mereka bergabung dalam organisasi itu, memahami konsekwensi dan peranan diri yang bisa diwujudkan demi tercapainya visi, misi, dan tujuan yang telah digariskan. Olek karena itu visi, misi, dan tujuan hendaknya dipajang di banyak tempat, dihafalkan, dan sering diingatkan dengan berbagai media, misalnya lirik lagu, yel-yel dan lain-lain.
2. Budaya organisasi
Untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap organisasi, budaya organisasi juga menjadi faktor yang cukup penting karena di budaya organisasi semua perilaku khas dan kolektif yang seharusnya dilakukan oleh SDM terus menerus dikondisikan. Dengan berhasilnya budaya organisasi ini terjalankan dengan baik oleh seluruh SDM, itu menandakan bahwa SDM sudah sepakat dan merasa nyaman dengan nilai – nilai dalam organisasi. Jika sampai pada tahap ini, maka dipastikan rasa memiliki terhadap organisasi akan tinggi.
3. Iklim interaksi
Rasa memiliki dalam organisasi juga bisa dibentuk lewat iklim interaksi yang harmonis antar karyawan dan atasan. Kebersamaan yang terus menerus dilakukan akan mempersempit jurang antara perusahaan dengan SDM nya. Bayangkan jika iklim interaksi antar karyawan dan atasan itu buruk, maka SDM akan merasa jauh dengan organisasi dan lebih nyaman dengan berjalan sendiri-sendiri atau kelompok tertentu saja.
4. Kepemimpinan
Untuk menumbuhkan rasa memiliki yang kuat dalam diri SDM, faktor lainnya yang cukup penting adalah kepemimpinan. Pemimpin disini harus bisa membuat SDM merasa aman dan dikembangkan, juga selalu memberi kepastian dan memberikan solusi atas permasalahan mereka. Sebagian SDM melihat faktor pemimpin menjadi faktor yang penting dalam membuat mereka betah. Pemimpin juga bisa merepresentasikan organisasi agar SDM semakin dekat dengan organisasi.
5. Pelibatan yang intens dan kepastian jenjang karir
Pelibatan yang intens membuat SDM merasa bahwa mereka diakui keberadaan dan kontribusinya dipercaya bisa memberikan arti bagi organisasi. Mereka merasa dibutuhkan. Sedangkan kepastian jenjang karir membuat mereka merasa aman berada di dalam organisasi karena mereka bisa menggambarkan sendiri apa saja yang harus dilakukan dalam meningkatkan kinerja agar bisa meraih jenjang karir yang lebih tinggi.
Semoga rasa memiliki atau sense of belonging ini mampu dikondisikan dan diaplikasikan oleh setiap organisasi apapun namanya, sehingga tujuan akan lebih mudah dicapai. ( sumber : **(censored)** dengan sedikit penyesuaian)
Oleh : Agus Amirudin
Ahad, 27 Desember 2020
#Tagur Menulis Ke-126#
===================================
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan