Hanya Demi Popularitas
Hanya Demi Popularitas
~~
Di sudut sana si fakir, si miskin dan si yatim menangis menahan lapar
Sementara di sudut yang lain terdengar suara hingar bingar
Penuh tawa berpesta dengan hidangan aneka rasa
Lalu tersebar berita di berbagai sosial media tentang kedermawanan seorang pengusaha
Yang dipuja sebagai pengusaha luar biasa yang perduli pada sesama
Sandiwara yang begitu sempurna
Hingga mereka percaya bahwa dia adalah pengusaha dermawan yang punya kepedulian
Padahal realitanya
Dia menghardik, dia mencaci si papa hanya karena meminta rupiah yang tak seberapa
Dia hanya berupaya menumpuk harta untuk kesenangannya
Kebaikannya hanya terlihat di sosial media
~~
Lalu
Ketika si fakir dia abaikan
Ketika si yatim dia telantarkan
Ketika si miskin dia biarkan kelaparan
Masihkah dia dianggap dermawan?
Masihkah dia disebut beriman?
~~
Itulah sebagian dari drama kehidupan dari mereka pencinta popularitas
Kebaikan mereka lakukan di hadapan kaum berkelas
Jauh dari kata ikhlas
~~
Langkat, 28 Januari 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan