Aisyah Jamela

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Cerita Kemarin

Cerita Kemarin

~~

Kamis 10 Maret 2022 yang lalu adalah ulang tahun putriku yang ke 17, sweet seventeen itulah istilah anak muda zaman now 😀. Awalnya aku udah nelpon bahwa aku tidak bisa kunjung di hari Jumat tapi entah kenapa malam Jumat rasa tak tega menyelinap masuk ke relung bathinku. Akupun langsung mengambil ponselku dan mengirim chat ke Kak Irma yang biasa buatin bolu ultah dan Alhamdulillah bisa tapi agak siang baru selesai. Tak apalah yang penting aku datang demi tidak mengecewakan hatinya yang pasti menantikan kehadiranku di hari spesialnya. Jelang ashar akupun sampai pondok dan benar dugaanku bahwa Queen Bee kami benar-benar menanti kedatanganku yang dalam angannya akan datang berkunjung bersama kakak-kakaknya. Menurut temannya dia menangis seharian karena beriring pergantian detak jarum jam, aku tidak juga datang. Aku maklum banget kalau dia menangis karena Queen Bee kami adalah si Ratu air mata di keluarga Halimsyah. 

Begitu melihatku, putriku langsung memeluk dan menciumku dan dia berkata, "Bila Yakin Bunda pasti datang, Bunda pasti nggak tega untuk tidak datang di hari spesial Bila, ". Aku tertawa dan membalas pelukan serta ciumannya. Itulah naluri seorang ibu yang tidak ingin buah hatinya kecewa dan pasti akan berbuat apapun serta berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan buah hatinya. Senyum tawa dan keceriaan buah hati menjadi hal yang utama bagi seorang ibu, segala letihnya lenyap ketika melihat tawa bahagia buah hatinya. Membahagiakan buah hati adalah sebagai bukti tanda syukur telah diberi amanah terindah dari Allah. 

Alhamdulillah, kamipun merayakan pesta ultah ala pesantren kata mereka yang sederhana banget tanpa piring tanpa sendok yang penting rasa bahagia bisa tertawa bersama dan aku bersyukur banget karena putriku mendapatkan sahabat-sahabat yang baik yang memiliki rasa kebersamaan yang luar biasa. Mereka benar-benar menjalin persaudaraan dengan baik yang penuh tawa canda tanpa saling hujat ataupun mencerca. Saling membela, saling sayang menyayangi benar-benar jelas terlihat. Aku bahagia dan bersyukur serta berharap putriku akan terus berkembang menjadi pribadi yang baik yang punya timbang rasa yang tidak mudah menyakiti orang lain lewat kata atau aksara, yang tidak dengan mudah merusak hubungan yang sudah terjalin dengan baik hanya karena ego yang tak terkendali. Semoga putriku tetap bisa menjalin persahabatan yang baik dengan teman-temannya di pondok. Sehat selalu nakku, rajinlah belajar dan tingkatkan ibadahmu. Love you. 

~~

Langkat, 12 Maret 2022

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post