Ibuku Luar Biasa
Katanya ini hari ibu dan banyak yang dengan penuh kebahagiaan ngucapin selamat hari ibu ke ibunya. Mereka peluk ibunya, mereka cium ibunya, mereka bahagiakan ibunya di hari yang menurut mereka sangat spesial.
Aku hanya bisa melihat postingan-postingan mereka. Dalam hati ya aku ingin bisa seperti mereka. Bisa memeluk dan mencium ibu setiap hari bukan di hari ibu saja. Tapi apa hendak di kata, takdir punya cerita, hampir lima belas tahun yang lalu ibuku berpulang. Sakit ya pasti terasa teramat sangat menyakitkan. Aku yang masih butuh ibu, harus kehilangannya dan tak bisa lagi memeluk dan menciumnya. Kini cuma batu nisan yang bisa kupandangi.
Ibuku adalah manusia luar biasa bagiku, ketabahannya luar biasa. Darinya aku banyak belajar tentang kehidupan, tentang kekuatan dan kesabaran dan darinya aku tau bahwa menjadi ibu itu tidak mudah.
Aku paham tentang itu saat aku melahirkan anak pertamaku yang proses kelahirannya sangat luar biasa. Begitu anakku lahir, aku langsung memeluk dan mencium ibuku, aku minta maaf dan mengucapkan terima kasih kepada ibuku, aku menangis dipelukan ibuku dan ibuku juga menangis. Sejak saat itu, rasa sayangku pada ibuku semakin bertambah mendalam, mencium memeluknya adalah hal yang tak pernah bisa aku lupakan. Senyum ketabahannya selalu lekat dalam ingatanku.
Dari ibuku, aku juga paham bahwa menjadi seorang ibu ternyata banyak drama yang harus diperankan secara sempurna. Dari ibuku aku tau bahwa seorang ibu harus selalu bisa berkata bahwa dirinya baik-baik saja walau kenyataannya tidak sedang baik-baik saja. Harus bisa tetap tersenyum walau realitanya hatinya menangis. Maka sangatlah menyedihkan jika ada anak yang melawan ibunya atau berdebat dengan ibunya secara kasar demi mempertahankan keinginannya yang bertolak belakang dengan keinginan ibunya dan semoga saja itu tidak terjadi padaku dan Alhamdulillah Allah mengaruniakan anak-anak terbaik untukku.
Dari ibuku, aku paham bahwa seorang ibu tidak pernah menginginkan anaknya menderita. Kebahagiaan anak-anaknya adalah tujuan utamanya walau terkadang anak mungkin pada saat itu tidak memahaminya dan mungkin berontak dengan peraturan ibunya. Namun sejatinya tidak ada seorang ibupun yang ingin menjerumuskan anaknya dalam penderitaan.
Ibuku adalah orang terhebat dalam hidupku. Ibuku luar biasa. Alfatihah untukmu ibu.
~~
Langkat, 22 Desember 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan