Akhmad Ubedi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Duka Saat Selapanan

Duka Saat Selapanan

Duka Saat Selapanan

#Tantangan Menulis Gurusiana Hari ke-8

Aku bahagia atas kelahiran anak kedua. Seorang anak perempuan cantik melengkapi kebahagian kami. Anak pertamaku laki-laki, umur 4 tahun. Lengkap sudah rasanya kehadiran anak perempuan. Seperti umumnya keluarga yang mengharapkan anak laki-laki dan perempuan. Sepasang kata orang-orang tua kita. Begitu pula dengan aku. Kehadiran anak kedua ini telah melengkapi rasa syukur kami. Kehadiran dia akan meramaikan rumah kami. Namun, kebahagian ini seakan sirna dengan datangnya berita duka .

Siang itu, aku sudah menyiapkan acara selapanan. Selapanan adalah upacara selamatan untuk bayi yang telah berumur 35 hari. Sebagai orang yang masih memegang budaya Jawa, aku melaksanakan acara ini. Selapanan ini dialaksanakan hari ke-35 sejak kelahiran bayi. Penghitungan itu berdasarkan jumlah hari dalam satu minggu ada tujuh hari. Selain itu, berdasarkan lima hari pasaran (Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi). Artinya selapan berasal dari perkalian antara tujuh hari dengan lima hari pasaran yang menghasilkan 35 hari. Acara sudah aku persiapkan dengan matang. Aku juga sudah siapkan kambing aqiqah. Ibu-ibu tetangga yang membantu memasak sedang menyiapkan segala keperluan. Undangan juga sudah aku sampaikan kepada bapak-bapak tetangga. Semua persiapan sudah beres. Acara akan dilaksanakan setelah salat Zuhur. Tiba-tiba datang kabar duka, bapak mertua meninggal dunia pukul 10.15 WIB. Sesaat aku tak bisa berbuat apa-apa. Kami yang sedang menyiapkan acara menangis. Istriku sangat terguncang dengan kepergiaan ayahnya. Di saat kebahagiaan belum genap 35 hari, kami telah ditinggalkan oleh orang yang sangat kami sayangi, bapak mertuaku. Beliau belum sempat melihat cucu dari anak perempuannya.

Begitu acara selesai pukul 14.00, aku langsung tinggalkan rumah. Aku serahkan urusan rumah kepada tetangga. Rumah yang berantakan terpaksa aku tinggalkan. Mereka mengiringi kami dengan linangan air mata.

Bogor, 8 Januari 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post