Jatuh Cinta
Jatuh Cinta
#Tantangan Menulis Hari ke-29
Jumat malam yang ditunggu-tunggu Kang Karto akhirnya datang juga. Kang Karto sudah berjanji ke rumah Ustad Arifin. Dia berlipat kegembiraannya. Pertama, dia sedang giat memperdalam ilmu agama. Kedua, dia akan ketemu Murfiah. Seorang gadis yang telah menarik perhatiannya. Dia keponakan Ustad Arifin yang masih kuliah semester V. Matanya, senyumnya, dan ketawa renyahnya tak bisa hilang dari pikiran Karto. Dia sering mencuri pandang ketika Murfiah sedang fokus mendengarkan tausiah Ustad Arifin.
Grand Rover Ace tuanya melaju sangat lamban. Dia agak kesal dengan jalanan yang masih padat. Padahal tidak biasanya malam begini jalanan masih penuh dengan kendaraan. Ketika berhenti di lampu merah, Kang Karto mulai ngomel sendiri. Tak sabar. Dia ingin cepat sampai. Terlintas bayangan Murfiah duduk di depan Ustad Arifin sedang menyimak tausiah. Baju gamis bermotif bunga-bunga kecil yang dipakai semakin anggun. Dia menoleh dan tersenyum ke Kang Karto. Matanya bening. Duh, indah sekali. Jantung Kang Karto berdenyut kencang. Dalam hati dia berkata lirih,”Kamu cantik sekali Murfiah.”
Teeeeet, teeet, teeet. kang Karto kaget. Dia tersentak sambil menarik versneling ke gigi satu. Dia tinggalkan orang-orang yang mengomel. Dia tak peduli. Dia melaju ke rumah Ustad Arifin. Dia ingin mengungkapkan isi hatinya. Dia yakin sudah jatuh cinta kepada Murfiah.
Bogor, 29 Januari 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
