Akhmad Ubedi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
DESTINASI WISATA GUNUNG KIDUL

DESTINASI WISATA GUNUNG KIDUL

Destinasi Wisata Gunung Kidul

#Tantangan Gurusiana hari ke-59

Hari pertama di Yogyakarta Sabtu, 12 Februari 2021. Setelah semua rombongan mandi pukul 06.00 kami menuju ruang makan. Saya ikut menikmati lezatnya sarapan nasi goreng, tempe mendoan, dan tidak ketinggalan kopi pahit kesukaan saya. Candaan dan obrolan hangat menamani sarapan pagi.

Pukul 7.30 semua sudah siap di bus yang akan membawa kami ke destinasi Pantai Drini dan Goa Pindul. Bus bergerak pelan-pelan meninggalkan kota hotel Royal Darmo menuju Gunung Kidul. Jarak dari hotel ke Gunung Kidul sekitar 60 km.

Memasuki wilayah Gunung Kidul perjalanan makin asyik. Pemandangan sangat indah. Tempat yang pertama dituju Pantai Drini. Sepanjang jalan menuju Pantai Drini sebelah kanan dan kiri terlihat pohon jati dan hijau pohonan lain membuat semakin sejuk. Jalan berkelok-kelok. Ketangkasan sopir sangat diperlukan bila melintasi jalan ini. Saat berpapasan salah satu bus harus mengalah berhenti untuk memberikan ruang bagi bus lain lewat.

Entah berapa kelokan menuju ke objek Pantai Drini. Tak terasa lelah karena pemandangan sepanjang jalan sungguh sangat bagus. Jalan aspal tidak terlihat lubang di jalan. Ini artinya Pemda Gunung Kidul benar-benar memperhatikan pengembangan destinasi wisata sekitar wilayahnya. Inilah salah satu daya tarik wisata bagi wisatawan jalan yang bagus dan dukungan masyarakat sekitar dalam pengembangan wisata.

Pantai Drini

Setelah melewati jalanan panjang dan berkelok-kelok sampailah di objek wisata pertama Pantai Drini. Pantai Drini terletak di desa Banjarejo, Wonosari, kabupaten Gunung Kidul. Pantai ini dikelola oleh aparat desa Banjarejo dengan melibatkan warga dan karang taruna. Tempatnya masih sepi belum banyak wisatawan yang melancong ke objek ini. Oleh karena itu, “Pemerintah daerah gencar menawarkan destinasi ini dengan menjalin kerja sama dengan para pengelola travel”, kata Pak Landung Prakoso, salah seorang pemandu wisata dan sesepuh daerah Banjarejo.

Tempat parkir hanya terlihat beberapa mobil pribadi dan 1 bus wisata. Di sebelah depan tempat parkir berjajar pendagang udang dan ikan goreng ciri khas Pantai Drini. Sebelah kanan pedagang udang ada kios buah sirsak dan sirkaya. Perempuan paruh baya membolak balik sirkaya sambil menawarkan kepada kami. Cukup murah sekilo sirkaya dihargai Rp20.000,00. Di depan kios sirkaya kios baju pantai dan aksesoris yang tertata rapi. Lagi-lagi tidak terlihat wisatawan yang mampir. Sebagian pengunjung hanya lewat sambil melihat sepintas. Padahal perempuan muda dengan ramah menyilakan mampir.

Melewati kios baju pantai menuju pintu masuk sebelah kanan masih terdapat kios udang goreng dan ikan goreng ditepungi. Udara segar pa tai sudah tercium terbawa angin yang kencang. Terik matahari terasa menghinggapi kulit wajah. Pasir-pasir halus menjadi injakan yang membawa kenikmatan tersendiri. Di bibir pantai terlihat perahu-perahu karet siap membawa mengarungi pantai didampingi para pemandu yang cekatan. Air laut terlihat bersih tapi sayang banyak batu karang sehingga pantai tidak dijadikan tempat berenang. Inilah yang mungkin kekurangan Pantai Drini.

Bagi yang suka selfie pengelola menyediakan tempat khusus. Sebelah kanan pantai ada jembatan yang dibuat khusus menikamati indahnya alam pantai. Pengunjung dikenai biaya Rp5.000,00 perorang. Ada batu karang dengan latar laut dan ombak yang tidak terlalu besar. Di sebelah kiri jembatan tebing karang yang sangat kokoh dan di kanannya laut dengan karang-karang di bawah air laut yang terlihat jelas. Dari atas jembatan area swafoto mata memadang jejeran warung kelapa muda di tepi pantai yang di depannya tersedia tenda payung dengan empat kursi. Membayangkan air kelapa muda melewati kerongkongan membuat buru-buru turun.

Puas dengan swafoto, saya pesan kelapa muda di warung sambil memandang ke arah ombak yang berkejaran menuju pantai. Lagi asyik menyedot air kelapa, Sedayu, pemandu wisata menyuruh cepat-cepat naik ke bus untuk meneruskan ke objek Goa Pindul.

Bersambung...

Bogor, 28 Februari 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post