Niat dan Etika dalam Bermedsos
Niat dan Etika dalam Bermedsos
Oleh: Akhmad Ubedi
#Tantangan Menulis Hari ke-32
Media sosial sebagai sarana komunikasi maya sudah menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat. Tidak heran setiap bangun tidur sampai mau tidur mata kita selalu disuguhi tulisan, cuitan bermacam-macam. Namun, chat, tulisan atau cuitan itu sering menimbulkan persoalan kemanusiaan bahkan hukum. Beberapa kasus sudah sering kita dengar karena ciutan berujung di jeruji besi. Ini yang tidak kita harapkan. Kita sebagai manusia beradab tidak dapat menerima hal seperti ini. Permasalahan ini biasanya berawal dari niat yang tidak terkontrol.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata niat mengandung perngertian 1. maksud atau tujuan suatu perbuatan; 2. kehendak (keinginandalam hati) akan melakukan sesuatu; 3. janji untuk melakukan sesuatu jika cita-cita atau harapan terkabul; kaul; nazar. Kata niat bisa berkabung dengan imbuhan ber+niat menjadi berniat yang beerarti bermaksud (akan) atau mempunyai maksud. (KBBI)
Ketika terjadi persoalan kemanusiaan ataupun hukum, sering kita dengar kalimat seperti ini. “Saya tidak berniat menjelekan dia”. Saya sekadar merespon apa yang orang itu tulis. “ Tidak ada niat sedikit pun untuk menyerang dia”. Mencermati kedua kalimat tersebut kita dapat menangkap maksudnya. Kalimat pertama, mengandung pengertian tidak bermaksud (akan) menjelekan dia. Kalimat kedua berarti tidak ada tujuan sedikit pun untuk menyerang dia. Akan tetapi, cuitan, tulisan, atau chat itu sudah beredar di dunia maya. Tentu ada implikasinya baik etika maupun hukum.
Seandainyaa persoalan yang demikian tidak dapat menjerat seseorang dalam ranah hukum masih ada persoalan etika. Menurut Prof Harkristuti, “Hukum pidana mengedepankan prinsip tanggung jawab mutlak (strict liability) bukan niat seseorang. Seseorang hanya dapat dipertanggungjawab bukankan jika orang tersebut melakukan tindak pidana dengan sengaja atau karena kealpaan.” (hukumonline.com; 27 April 2016).
Namun, persoalan bukan sekadar masalah hukum saja melainkan menyangkut etika seseorang dalam bermedsos. Etika ini menyangkut perilaku baik dan buruk dalam bermasyarakat. Etika berhubungan dengan moral atau ahlak seseorang. Oleh karena itu kita harus menjunjung tinggi etika ini. Tanpa mengedepankan etika, persoalan-persoalan di dunia medsos akan selalu muncul. Sekali lagi, tidak akan ada orang mengatakan saya berniat untuk ..., atau niat saya tidak untuk ..., ketika sudah berhadapan dengan kasus hukum. Yang tahu pasti nurani kita yang tak pernah bisa dibohongi.
Bogor, 1 Februari 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
