PILU
PILU
#TantanganGurusiana Hari ke-44
Beberapa hari setelah pemecatan rekan sejawat di kampungnya, Kang Karto uring-uringan. Ia merasa ditantang untuk menyelesaikan kasus yang menurut kang Karto sudah sangat keterlaluan. Sebagai pegiat pendidikan, Kang karto tidak rela ada rekan sejawat yang diperlakukan tidak selayaknya. Dia berniat melawan ketidakadilan yang menimpa dia. Kang karto mulai menemui instansi terkait. Ia berharap masih ada keadilan di sana. Kalau mungkin membuka mata mereka terhadap kesejahteraan rekan seprofesi.
Namun, Kang Karto sangat kecewa. Orang-orang yang ia temui tidak memberikan solusi yang diharapkan. Mereka masih terlalu hati-hati. Tidak berani tegas mengatakan bahwa tindakan terhadap rekan sejawat di kampungnya salah. Mereka tidak berani melihat ini kesempatan untuk memperbaiki kondisi profesi guru honorer secara keseluruhan. Mumpung ada peristiwa seperti ini yang sudah membuka mata publik. Apa mereka tidak berpikir untuk menyejahterakan guru honorer? Kenapa tidak mau menghargai dedikasi rekan sejawatnya yang telah membangun anak bangsa. Selama ini teman sejawatnya telah membantu meringankan beban pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa. Seharusnya mereka berterima kasih kepada dia yang telah turun langsung membentuk karakter bangsa melalui dunia pendidikan. Dedikasi inilah yang harus diperhatikan. Kenapa momentum seperti ini tidak mau dijadikan langkah untuk membenahi manajemen penggajian guru honorer? Kang Karto geram.
Peristiwa yang menimpa rekan sejawat Kang Karto di kampungnya telah memperlihatkan ego mereka di atas nilai-nilai kemanusiaan. Kang Karto menyesali tanggapan orang-orang yang ia temui yang seakan menyalahkan rekan sejawatnya. Kata-kata bijak mereka telah menunjukan ketidakberpihakan kepada rekan sejawatnya. Katanya rekan sejawatnya seharusnya bijak dalam menggunakan media sosial, jangan sampai membicarakan hal yang ujungnya merugikan diri sendiri. Ada juga yang ikut prihatin dengan mengatakan masalah ini tidak perlu sampai tindakan pemecatan, ajak orang itu berbicara dulu. Sekali lagi sebagai pegiat pendidikan Kang Karto belum melihat keseriusan mereka dalam menangani masalah yang klasik seperti ini.
Bogor, 13 Februari 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
