RESTU
RESTU
#Tantangan Menulis Hari ke-35
Kamis malam, kira-kira pukul 22.00, Kang Karto kaget. Ia tak menyangka akan menerima telepon malam-malam begini. Ia sudah siap-siap tidur. Mulutnya sudah berkali-kali menguap. Badannya terasa capai. Seharian ia pontang-panting menyiapkan persiapan kompetisi Bahasa Indonesia. baru merebahkan badannya ia mendengar telepon berdering. Agak malas ia angkat gawainya. Oh, Ustad Arifin.
“Maaf, saya mengganggu waktu istirahatmu. Tapi, saya harus kasih tahu kepadamu. Saya pikir kamu harus tahu.” Karto berdebar-debar. Ia mengira-ira kabar apa yang akan disampaikan Ustad Arifin. Tiba-tiba bayangan Murfiah hadir. Ia sudah lama tidak ikut pengajian di rumah beliau. Semenjak peristiwa memalukan di depan Ustad Arifin. Saat itu Karto kepergok Usatad Arifin. Ia sedang berduaan di teras setelah pengajian berakhir. Saking malunya, dua Jumat Karto tidak ikut pengajian. Ia pun tidak berani menghubungi Murfiah.
“Karto sebaiknya besok kamu ke rumah. Apalagi sudah dua Jumat kamu tidak ikut pengajian. Tapi, yang penting Ini menyangkut Murfiah. Saya tahu kamu menyukai dia. Saya merestui hubungan kalian.” Hati karto seakan melayang mendengar restu dari Ustad Arifin.
Bogor, 4 Februari 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
