SOP JANDA BU DARMI
Sop Janda Bu Darmi
#Tangangan Gurusiana Hari ke-58
Main bulu tangkis adalah aktivitas Sabtu saya. Setiap Sabtu pagi saya sudah siap menuju hal bulutangklis. Bulu tangkis family itu yang saya lakukan. Kami berempat merupakan keluarga S. Djojo Soeparto. Saya urutan ketiga. Masing-masing tinggal berjauhan. Kakak pertama tinggal di Serpong, Tangerang. Kakak kedua tinggal di Bekasi. saya tinggal di Bogor dan terakhir tinggal di Cibubur.
Sungguh menyenangkan empat keluarga yang berjauhan bisa berkumpul tiap Sabtu di lapangan bulutangkis. Mungkin tak semua orang bisa seperti kami. Kami membawa anggota keluarga, isteri dan anak. Kami sewa lapangan tiap Sabtu dari pukul 08.00 – 11.00. Setelah dari hall , kami menuju ke rumah untuk makan siang, dan ngobrol-ngobrol sampai sore.
Biasanya kami menyiapkan makanan dari rumah masing-masing. Ada yang bawa buah, kue, dan tuan rumah menyiapkan makan siang. Menu makanan sudah didiskusikan dua hari sebelum kami bermain melalui video call. Malam-malam kami ramai membahas menu apa saja yang perlu dipersiapkan.
Jadwal bulu tangkis setiap Sabtu berpindah-pindah. Bergiliran di Bogor, Cibubur, Serpong dan Bekasi. Sabtu ini kami main di Cibitung. Kakak kedua saya sudah booking hall di STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat) Cibitung. Dia dosen di situ sehingga boleh menggunakan hall itu. Seperti biasa diskusi menu sudah kami lakukan dua hari sebelum bermain. Kali ini, kami sepakat tidak makan di rumah tapi di resto. Pilihan resto terdekat resto Sop Janda Bu Darmi. Sementara kue dan buah tetap ada. Kue dimakan di hall bulu tangkis. Sepakat. Ok.
Empat mobil melaju pelan menyusuri Jalan Raya Setu yang sedikit rusak akibat banjir. Perjalanan agak tersendat. Lubang-lubang terdapat di sepanjang jalan. Air sisa banjir masing tergenang. Kendaraan harus berjalan sabar. Tidak saling serobot agar tidak terjadi kemacetan panjang. Sekitar 15 menit dari STTD kami sampai di resto Sop Janda Bu Darmi.
Kami menuju meja panjang yang terletak paling belakang agar bisa berkumpul satu tempat. Kami sudah memesannya sehari sebelumnya. Kami mulai mengambil nasi sendiri-sendiri. Sementara sop janda akan diantar para pelayan. Sambil menunggu kami bercanda. Canda dan tawa meluncur deras sambil menunggu sop datang. Suasana ceria. Duh, nikmatnya sop janda ditemani teh tawar hangat. Tunggu lain waktu kami ke situ lagi. Tapi, entah kapan karena Sabtu depan Serpong, Tangerang sudah menanti kami.
Cibitung, 27 Februari 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
