Akhmad Ubedi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
TEROR

TEROR

TEROR

Oleh : Akhmad Ubedi

#Tantangan Gurusiana Hari ke-52

Ketika bel pintu rumah berbunyi, Kang karto tetap diam. Ia tak beranjak dari sofa. Ditatapnya gerbang rumah dari dalam. Ia amati siapa yang datang. Tidak terlihat jelas di luar. Ia intip lewat gorden. Tak ada siapa-siapa. Ia kembali duduk di sofa. Ting tong, ting tong, ting tong. Bunyi bel rumah itu berdering lagi. Ia tengok ke dalam tak ada Murfiah. Ia lupa kalau Murfiah sedang ke pasar. Sepi. Dua hari lalu, bel selalu berdering saat rumah tak ada siapa-siapa. Kini, saat Murfiah ke pasar bel berdering lagi. ia kesal dengan ulah yang tak jelas. Apa maksud orang itu. Apa ia berusaha menakut-nakuti Kang Karto. Atau ada unsur lain berusaha menteror.

Kang Karto ingat kejadian sebulan lalu. Saat itu, ia minta kepada warga untuk mengritik dirinya sebagai ketua RT. ia melihat banyak warga yang punya persoalan dengan dirinya. Tapi, mereka tidak ada yang berani berbicara. Katanya warga takut kalau mengritik Kang Karto. Pernah, pak Angkara dan Pak Jalu mengungkapkan kekecewaan saat aturan burung dara tidak boleh dilepas. Kang Karto langsung mengelurkan mereka dari whatsapp group RT. Makanya, tak ada warga yang berani mengitik lagi walaupun Kang Karto sudah membuka kran. “Silakan kritik kinerja saya agar roda ke-RT-an ini berjalan baik,” kata Kang Karto pada rapat virtual bulan lalu. Sudah satu bulan berjalan tak satu wargapun yang mengritiknya. Beberap hari ini bel rumahnya selalu berdering. Ini pasti teror.

Kang Karto bergeser lagi. Ia merapatkan badannya di tembok samping jendela kanan dari samping jendela ia leluasa memandang ke gerbang rumahnya. Ia tunggu. Lama tak terdengar bel. Ia amati tak ada tangan menerobos lubang kecil tempat bel terpasang. Ia mulai resah. Kang karto berdesis, “Ini bukan main-main. Ini sudah teror tingkat tinggi. Saya harus melaporkan tindakan ini kepada sekuriti kompleks Perumahan Griya Adem.” Ia ambil gawai untuk menelpon Pak Sukri. Ting-tong,ting-tong, ting-tong. Ia lihat sekali lagi. Ada tangan halus sedang memencet bel. Tangan Murfiah. Ia lega.

Bogor, 21 Februari 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post