Awan Hitam di Pantai Ancol
Awan Hitam di Pantai Ancol
Tantangan Menulis Hari ke-87
Sabtu pagi, Tyas, Dodo, dan Edy sudah bersiap ke Pantai Ancol. Mereka siswa SMP 257 akan mengamati keramaian Pantai Ancol sebagai bahan untuk menulis teks deskripsi. Keceriaan tampak di wajah mereka.
“Dodo, kamu sudah siapkan semuanya,” tanya Tyas.
“Beres!” jawab Dodo sambil memasukkan ke tas gamblok warna biru tua kesayangannya.
“Jangan lupa kamera, itu harta paling penting.” celetuk edi yang sedari tadi menyiapkan kertas dan alat tulis.
“Yoi, man,” kata Dodo santai.
“Sip, Bro!”
Setelah persiapan beres, bertiga segera menuju shelter bus tranjakarta Pasar Rebo. Mereka sudah janjian ketemu dengan dua orang lagi di shelter, Sabrina dan Yardan. Dari sana mereka akan naik bus transjakarta jurusan Kampung Rambutan-Ancol.
“Do, jangan naik yang lewat Kramat Jati ya, pasti macet pagi begini. Kita naik yang via tol aja”, pinta Sabrina.
“Bukannya Loh pengin lama-lama di bus”, ledek Dodo.
“Mau Loh.”
Sambil menunggu bus datang, mereka terus bercanda sambil antre. Mereka tidak peduli dengan orang-orang yang berjajar di depan pintu. Yang mereka rasakan hari ini ia akan menikmati keindahan pantai Ancol sambil mengerjakan tugas Bahasa Indonesia.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
