Refleksi Diri Melalui Puisi
Refleksi Diri Melalui Puisi
#TantanganGurusian Hari ke-84
Puisi yang sudah cukup lama ditulis seorang penyair hebat Indonesia Taufik Ismail, tahun 1998, Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia. Puisi ini menjadi refleksi diri pada masyarakat saat ini. Dalam bait puisi Taufik Ismail mengungkapkan perasaan gundah sebagai orang Indonesia.
...........
Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab suci masih ada, tapi dalam
kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang menyelam di
tumpukan jerami selepas menuai padi.
Puisi Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia
Karya Taufik Ismail
Ungkapan lirik-lirik puisi Taufi Ismail memang pantas dicermati saat ini. Sebuah kritik terhadap perilaku orang-orang di negeri ini. Betapa banyak peristiwa yang membuat kita mengelus dada. Kita ingin berteriak tapi tak mampu. Kita ingin mengadu kepada siapa. Rasanya putus asa hidup diperlihatkan dengan ketidakjujuran. Perilaku orang-orang yang hanya mementingkan diri sendiri dan kelompoknya.
Kita sering diperlihatkan perilaku orang-orang terhormat melakukan tindakan penyelewengan . Bahkan penyelewengan dana bantuan untuk rakyat miskin. Kita juga menyaksikan betapa pemerintah tidak berpihak terhadap kaum tani. Di saat panen tiba, ada rencana mengimpor beras 1 juta ton beras.
Kita sering mendengar berbagai mafia gentayangan di negeri ini.Mafia tanah dengan mengakui hak kepemilikan tanah padahal sudah ada pemilik yang sah. Kita masih ingat persoalan kedelai yang tak pernah selesai. Hargai cabai rawit yang menyentuh langit. Belum lagi nanti menghadapi lebaran. harga kebutuhan pokok akan melambung tinggi. Harga daging sapi akan merangkak mencapai titik kulminasi. Di depan mata tayangan mafia hukum menari-nari seakan sengaja menggoda.
Mencermati puisi Taufi Ismail Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia sebenarnya merupakan refleksi diri bangsa Indonesia. Jangan sampai budi pekerti sulit kita temukan. Padahal, kitab suci telah mengajarkan perilaku yang benar. Tunjukan kepada orang lain Aku bangga menjadi orang Indonesia. Setidaknya lewat dunia pendidikan yang kita geluti tanamkan nilai-nilai karakter mulia. Walaupun di luar sana karakter mulia sesuatu yang paradoks dengan kenyataan yang ada.
.....
Langit akhlak tidak akan rubuh di atas negeriku
aku akan buka topi baret di kepalaku
Aku akan bangga menjadi orang Indonesia
Bogor, 25032021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
