Sangkar Emas Perkutut
Sangkar Emas Perkutut
Oleh : Akhmad Ubedi
#Tantangan Gurusiana Hari ke 78
Wilayah Situnggul merupakan daerah yang lebih aman dibandingkan dengan wilayah Kleben. Hampir setiap musim hujan wilayah Kleben terendam air akibat meluapnya Sungai Kinur. Wilayah Situnggul termasuk daerah yang aman dari air. Di dusun ini tidak pernah tergenang air walaupun hujan sangat deras. Datarannya relatif lebih tinggi daripada wilayah Kleben sehingga lebih aman.
Di wilayah ini ada seorang tokoh yang dijadikan panutan masyarakat sekitar. Masyarakat selalu menghormatinya. Masyarakat menunjung tinggi tokoh itu.Ketohokannya menjadi sumber pengetahuan dalam hal sosial dan keyakinan. Dia memiliki kelebihan dalam segala hal. Terutama dalam ilmu kebatinan. Masyarakat di sekitar daerah itu menganggap tokoh ini sangat sakti.
Kesaktian yang ia miliki tidak ada yang mampu menandingi. Masyarakat mengenalnya dengan panggilan Situnggul. Situnggul asal kata Ki dan Unggul. Ki merupakan panggilan laki-laki dewasa dan memiliki kelebihan. Unggul adalah lebih baik, lebih daripada yang lain. Dengan demikian Situnggul adalah orang yang memiliki kelebihan daripada orang lain.
Kesaktian yang dia miliki benar-benar luar biasa. Tidak seorang pun yang mampu mengalahkannya. Masyarakat sekitar merasakan hidup dengan aman. Mereka tidak pernah diganggu oleh orang-orang yang ingin berbuat jahat. Tidak ada pencuri yang berani beraksi di wilayah itu. Tidak ada orang jahat yang sanggup mengganggu kenyamanan masyarakatnya. Mereka hidup aman dan nyaman. Tenang dan damai.
Selain memiliki kesaktian yang tak terkalahkan , Kiunggul atau Situnggul memiliki hewan piaraan yang juga unggul. Dia memiliki burung perkutut yang suaranya sangat merdu. Saat berkicau, suaranya seakan menggema ke seluruh wilayah itu. Walaupun banyak orang yang memelihara burung perkutut yang bagus, tak ada yang mampu menandingi merdu suaranya.
Sayang sekali perkutut itu lenyap bersama meninggalnya Ki Unggul. Banyak orng yang mencari ke mana-mana. Burung perkutu itu tidak diketahui keberadaannya. Bahkan, para pemburu burung perkutut sampai melakukan ritual. Tujuannya agar perkutut itu mendekat. Namun, ritual yang mereka lakukan tidak membuahkan hasil yang menuaskan. Pemburu perkutut yang melakukan ritual menyerah. Mereka tidak sanggup memenuhi persyaratannya. Persyaratannya sangat berat. Mereka harus menyediakan sangkar terbuat dari emas.
Tak seorang pun yang m ampu menyediakan permintaannya. Mereka membiarkan burung perkutu itu hidup bebas. Burung perkutut itu masih bebas hidup di daerah itu. Sekali-kali ia mengeluarkan suara merdunya. Suara itu sering terdengar di sekitar makam tuannya. Tapi, tak seorang pun yang berkeinginan untuk memburunya. Mereka sadar tak akan mampu memenuhi persyaratannya. Mereka tidak ingin mengganggunya. Biarlah menjadi pertanda kehebatan tuannya sampai kapan pun.
Bogor, 19032021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
